PENGARUH IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENATAAN RUANG TERHADAP EFEKTIVITAS PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU KAWASAN PERKOTAAN DI KOTA CIMAHI
Penelitian ini mengkaji pengaruh implementasi kebijakan penataan ruang
terhadap efektivitas pemanfaatan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100307 351 Ach p/R.17.277 Perpustakaan Pusat (REF.17.277) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 351 Ach p/R.17.277Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik xx,;304 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 351 Ach pTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab ACHDIAT -
Penelitian ini mengkaji pengaruh implementasi kebijakan penataan ruang
terhadap efektivitas pemanfaatan ruang terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota
Cimahi. Hasil observasi menunjukkan masih ada masalah dalam pemanfaatan
ruang terbuka hijau kawasan perkotaan yang belum efektif. Masalah ini,
disebabkan oleh faktor implementasi kebijakan penataan ruang yang dilaksanakan
oleh instansi terkait belum efektif.
Pertanyaan masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah implementasi
kebijakan penataan ruang berpengaruh terhadap efektivitas pemanfaatan ruang
terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Cimahi; 2. Berapa besar pengaruh
implementasi kebijakan penataan ruang terhadap efektivitas pemanfaatan ruang
terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Cimahi.
Desain penelitian menggunakan metode survey eksplanatori dengan
pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation
Models (SEM). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan
studi lapangan dengan cara penyebaran kuisioner, observasi, dan wawancara
dengan instansi terkait dan sebagian warga masyarakat Kota Cimahi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penataan
ruang berpengaruh secara signifikan terhadap efektivitas pemanfaatan ruang
terbuka hijau kawasan perkotaan di Kota Cimahi. Dimensi komunikasi antar
organisasi terkait dan kegiatan-kegiatan pelaksana memiliki pengaruh paling
tinggi, lingkungan ekonomi, sosial, dan politik, serta sumberdaya kebijakan
memiliki pengaruh tinggi, sedangkan karakteristik organisasi pelaksana, standar
dan sasaran kebijakan, dan sikap para pelaksana memberikan pengaruh rendah.
Kesimpulan penelitian tidak menghasilkan konsep baru, tetapi hanya
memperkuat teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penguatan
teori berdasarkan basil penelitian, adalah : "Pengaruh implementasi kebijakan
penataan ruang terhadap efektivitas pemanfaatan RTHKP lebih kuat ditentukan
oleh dimensi komunikasi antar organisasi terkait dan kegiatan-kegiatan pelaksana,
lingkungan ekonomi, sosial, dan politik, serta sumberdaya kebijakan,
dibandingkan dengan karakteristik organisasi pelaksana, dimensi standar dan
sasaran kebijakan, serta sikap para pelaksana". -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






