Detail Cantuman

Image of KEMISKINAN DALAM TAYANGAN CHARITY REALITY SHOW DI INDONESIA

 

KEMISKINAN DALAM TAYANGAN CHARITY REALITY SHOW DI INDONESIA


Media memiliki kekuatan untuk memindahkan realitas sosial ke dalam
sebuah teks, lalu mengubah citra realitas terse but. Realitas yang telah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010001120100066320.2 Han k/R.17.261Perpustakaan Pusat (REF.17.261)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320.2 Han k/R.17.261
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xx,;345 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320.2 Han k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Media memiliki kekuatan untuk memindahkan realitas sosial ke dalam
    sebuah teks, lalu mengubah citra realitas terse but. Realitas yang telah diubah
    citranya itu lalu dikonstruksi kembali ke dalam reaIitas sosial yang baru di
    masyarakat. Dalam kenyataannya memang tidak semua realitas sosial dapat
    dikonstruksi oleh media. Salah satu alasannya adalah karena setiap individu
    membawa subjektivitasnya masing-rnasing di dalam melihat realitas sosial.
    Dengan begitu, makna yang diproduksi dan diterima setiap individu pelaku sosiaI
    akan tergantung kepada pemahaman dirinya masing-rnasing terhadap suatu
    realitas.

    Jika demikian lalu bagaimana program televisi reality show menampilkan
    kemiskinan sebagai acara hiburan yang harus mendatangkan profit. Aspek-aspek
    apa saja dari kemiskinan yang ditonjolkan dalam teks tayangan reality show
    tersebut? Bagaimana serta mengapa aspek -aspek terse but yang dimunculkan?
    Peneliti juga ingin melihat bagaimana teks reality show terse but dimaknai oleh
    khalayak. Bukan melihat efek dari tayangan reality show terhadap diri audiens,
    melainkan ingin melihat bagaimana teks kemiskinan yang ditawarkan oleh reality
    show tersebut diterima oleh audiens.

    Penelitian dengan paradigma konstruktivis yang memiliki landasan
    teoritis social construct of reality dan reception studies ini menghasilkan temuan
    bahwa kemiskinan dalam charity reality show dikonstruksikan sebagai kondisi
    kekurangan materi semata. Solusi kemiskinan adalah soIusi yang sifatnya instan,
    dimana si miskin lebih banyak diberikan "ikan" bukannya "umpan".
    Permasalahan kemiskinan dilihat sebagai permasalahan yang "out of sight, out of
    mind. " Artinya, kemiskinan itu sudah hilang dari pandangan kita maka kita akan
    dengan mudah melupakan kemiskinan terse but.

    Penelitian ini juga menunjukkan bahwa realitas kemiskinan yang
    dikonstruksi charity reality show merupakan konsepsi dari realitas yang terbentuk
    oleh faktor-faktor dominan yang saling berinteraksi seperti agama (Islam),
    budaya, dan kapitalisme. Reality show bertema kemiskinan dan perilaku prososial
    merupakan himpunan berbagai kekuatan yang dapat memengaruhi isi, bentuk, dan
    arah reality show.

    Subyektivitas pada individu khalayak juga membentuk bagaimana teks
    kemiskinan dimaknai. Ternyata konsep kemiskinan yang ditawarkan oleh charity
    reality show tidak sepenuhnya dimaknai secara sama oIeh individu khalayak
    (oposisi). Faktor yang membentuk perbedaan makna kemiskinan dan perilaku
    prososial itu adalah pengalaman hidup dan pendidikan dari keluarga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi