<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8451">
 <titleInfo>
  <title>KEMISKINAN DALAM TAYANGAN CHARITY REALITY SHOW DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mediana Handayani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xx,;345 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Media memiliki kekuatan untuk memindahkan realitas sosial ke dalam &#13;
sebuah teks, lalu mengubah citra realitas terse but. Realitas yang telah diubah &#13;
citranya itu lalu dikonstruksi kembali ke dalam reaIitas sosial yang baru di &#13;
masyarakat. Dalam kenyataannya memang tidak semua realitas sosial dapat &#13;
dikonstruksi oleh media. Salah satu alasannya adalah karena setiap individu &#13;
membawa subjektivitasnya masing-rnasing di dalam melihat realitas sosial. &#13;
Dengan begitu, makna yang diproduksi dan diterima setiap individu pelaku sosiaI &#13;
akan tergantung kepada pemahaman dirinya masing-rnasing terhadap suatu &#13;
realitas. &#13;
&#13;
Jika demikian lalu bagaimana program televisi reality show menampilkan &#13;
kemiskinan sebagai acara hiburan yang harus mendatangkan profit. Aspek-aspek &#13;
apa saja dari kemiskinan yang ditonjolkan dalam teks tayangan reality show &#13;
tersebut? Bagaimana serta mengapa aspek -aspek terse but yang dimunculkan? &#13;
Peneliti juga ingin melihat bagaimana teks reality show terse but dimaknai oleh &#13;
khalayak. Bukan melihat efek dari tayangan reality show terhadap diri audiens, &#13;
melainkan ingin melihat bagaimana teks kemiskinan yang ditawarkan oleh reality &#13;
show tersebut diterima oleh audiens. &#13;
&#13;
Penelitian dengan paradigma konstruktivis yang memiliki landasan &#13;
teoritis social construct of reality dan reception studies ini menghasilkan temuan &#13;
bahwa kemiskinan dalam charity reality show dikonstruksikan sebagai kondisi &#13;
kekurangan materi semata. Solusi kemiskinan adalah soIusi yang sifatnya instan, &#13;
dimana si miskin lebih banyak diberikan &quot;ikan&quot; bukannya &quot;umpan&quot;. &#13;
Permasalahan kemiskinan dilihat sebagai permasalahan yang &quot;out of sight, out of &#13;
mind. &quot; Artinya, kemiskinan itu sudah hilang dari pandangan kita maka kita akan &#13;
dengan mudah melupakan kemiskinan terse but. &#13;
&#13;
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa realitas kemiskinan yang &#13;
dikonstruksi charity reality show merupakan konsepsi dari realitas yang terbentuk &#13;
oleh faktor-faktor dominan yang saling berinteraksi seperti agama (Islam), &#13;
budaya, dan kapitalisme. Reality show bertema kemiskinan dan perilaku prososial &#13;
merupakan himpunan berbagai kekuatan yang dapat memengaruhi isi, bentuk, dan &#13;
arah reality show. &#13;
&#13;
Subyektivitas pada individu khalayak juga membentuk bagaimana teks &#13;
kemiskinan dimaknai. Ternyata konsep kemiskinan yang ditawarkan oleh charity &#13;
reality show tidak sepenuhnya dimaknai secara sama oIeh individu khalayak &#13;
(oposisi). Faktor yang membentuk perbedaan makna kemiskinan dan perilaku &#13;
prososial itu adalah pengalaman hidup dan pendidikan dari keluarga. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Handayani Mediana</note>
 <subject authority="">
  <topic>Kata kunci : realitas sosial, realitas yang dikons</topic>
 </subject>
 <classification>320.2 Han k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320.2 Han k/R.17.261</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010001120100066</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.261)</sublocation>
    <shelfLocator>320.2 Han k/R.17.261</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8451</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-07 11:21:09</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>