<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8409">
 <titleInfo>
  <title>KESINERGISAN  KOMPOS JERAMI  DAN PUPUK  NPK DENGAN SISTEM PEMBERIAN AIR  UNTUK PENANGGULANGAN KERACUNAN BESI,  KETERSEDIAAN  DAN   SERAPAN HARA  N, P, K, Fe   SERTA HASIL   PADI  PADA LAHAN SAWAH  INCEPTISOL MOROWALI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Syafruddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvi,;165 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lahan sawah di Kabupaten Morowali cukup luas, tetapi didominasi oleh tanah &#13;
masam seperti Inceptisol, Ultisol dan Oxisol yang tergolong kurang subur dan &#13;
ditemukan adanya gejala keracunan besi. Penelitian ini bertujuan: 1). mengetahui &#13;
pengaruh interaksi antara kompos jerami dan pupuk NPK dengan sistem pemberian air &#13;
terhadap ketersediaan N, P, K, Fe tanah dan serapannya, pertumbuhan dan hasil padi &#13;
pada sawah Inceptisol Morowali, 2). mendapatkan takaran kompos jerami optimal &#13;
yang dibuat secara in-situ pada masing-masing sistem pemberian air yang akan &#13;
digunakan sebagai pupuk dasar pada penelitian lapangan, 3). mempelajari kemampuan &#13;
kompos jerami dan pupuk NPK pada masing-masing sistem pemberian air terhadap &#13;
penurunan keracunan besi tanaman padi pada Inceptisol Morowali dan 4). &#13;
mendapatkan dosis pupuk NPK dengan sistem pemberian air yang memberikan hasil &#13;
tertinggi pada sawah Inceptisol Morowali &#13;
&#13;
Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu: 1). penelitian rumah kaca dan &#13;
2). penelitian lapangan. Penelitian rumah kaca dilakukan di Rumah Kaca Fakultas &#13;
Pertanian Universitas Padjadjaran bulan Juni - Agustus 2011 dengan menggunakan &#13;
rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah takaran kompos &#13;
jerami terdiri dari empat level yaitu: PI= (0 tlha), P2= (2,5 tlha), P3= (5,0 tlha) dan P4= &#13;
(7,5 t/ha) dan faktor kedua adalah sistem pemberian air yang terdiri atas tiga sistem &#13;
yaitu: pemberian air tergenang selama penelitian, pemberian air berselang dan &#13;
pemberian air macak-macak. Penelitian lapangan dilaksanakan pada sawah Inceptisol &#13;
Morowali di tempat pengambilan sampel tanah untuk penelitian rumah kaca. &#13;
Rancangan percobaan adalah acak kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor. Faktor &#13;
pertama adalah: tiga sistem pemberian air (sama dengan rumah kaca) dan faktor kedua &#13;
adalah: empat kombinasi takaran pupuk NPK yaitu: PI = paket rekomendasi setempat, &#13;
P2 = pengurangan 25 %, P3 = pengurangan 50 % dan P4 = pengurangan 75 % dari &#13;
rekomendasi. Penelitian lapangan dilaksanakan bulan Oktober 2011 - Januari 2011. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi iklim cukup baik untuk padi sawah &#13;
dengan curah hujan cukup tinggi (tipe B1). Tanah lokasi penelitian Aeric Epiaquept &#13;
dengan tingkat kesuburan rendah, kadar besi sangat tinggi, mineral klei terdiri atas: &#13;
ferihidrit, goetit dan smektit. Nilai pH tanah pada semua sistem pemberian air &#13;
meningkat sampai 30 hari setelah perlakuan kemudian stabil sampai akhir pengamatan. &#13;
NiIai redoks potensial pada sistem pemberian air macak-macak tidak pemah mencapai &#13;
nilai negatif, sedangkan perlakuan sistem pemberian air tergenang mencapai nilai - &#13;
118,12 mY. Takaran kompos jerami optimal 5 t/ha pada penelitian rumah kaca. Sistem &#13;
pemberian air macak-macak dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman, meningkatkan &#13;
ketersediaan dan serapan hara N, P, K. Selain itu, sistem pemberian air macak-macak &#13;
menekan serapan besi hingga 82,06 % dan 78, 24 % serta menekan keracunan besi &#13;
91,06 % dan 15, 18 % jika dibandingkan dengan sistem pemberian air secara tergenang &#13;
dan sistem pemberian air berselang. Hasil panen tertinggi diperoleh pada kombinasi &#13;
pupuk NPK berdasarkan rekomendasi (250:75: 100) dengan sistem pemberian air secara &#13;
macak-macak (5,36 tlha) dan meningkatkan hasil panen sebesar 48,13 % dibandingkan &#13;
sistem pemberian air secara tergenang dan 28, 92 % dibandingkan pemberian air &#13;
secara berselang. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Syafruddin</note>
 <subject authority="">
  <topic>Lahan sawah di Kabupaten Morowali cukup luas, teta</topic>
 </subject>
 <classification>630 Sya k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Sya k/R.15.46</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100246</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.15,46)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Sya k/R.15.46</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8409</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-08-30 11:43:49</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>