<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8366">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA TEKTONIK PALEOGEN - NEOGEN DAN VULKANIK PULAU BAWEAN - GUNUNG MURIA DALAM MENGONTROL PEMBENTUKAN CEKUNGAN PATI JAWA TENGAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ediar Usman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pascasarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxvi,;264 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Jalur vulkanik Bawean - Muria berarah barat daya - timur Taut, termasuk dalam jalur vulkanik Plistosen-Holosen; terletak di bagian tenggara batas jalur granit Kapur di L. Jawa, dan makin jauh dari subduksi sekarang (recent subduction). Hasil interpretasi data seismik pada batuan dasar Pra-Paleogen dan batuan sedimen Paleogen Neogen, menunjukkan adanya hubungan yang ditandai oleh kesamaan arah azimut kelurusan Pra-Paleogen-Paleogen-Neogen. Berdasarkan hubungan tektonik tersebut; membentuk suatu jalur sumber (sub¬cekungan), arah migrasi dan perangkap hidrokarbon di Cekungan Pati.&#13;
Bukti lain jalur vulkanik Bawean - Muria adalah komposisi unsur utama, tanah langka dan komposisi mineral menunjukkan jenis/genesa dari magma kalk-alkalin - shoshonit. Batuan di G. Muria mempunyai kandungan SiO2 antara 45 - 60% dan K20 + Na2O antara 6 - 14% termasuk dalam jenis magma basa menengah; umumnya jenis phonotepit, trakhiandesit basal dan phonolit. Di daerah P. Bawean kandungan SiO2 antara 50 - 60% dan K2O + Na20 antara 7 - 18% juga berada pada magma basa - menengah; umumnya jenis lava phonoteprit, tepriphonolit dan phonolit. Hasil plot pada Diagram Harker (SiO2 vs unsur utama lainnya), AFM dan Si02 vs FeO*/MgO menunjukkan bahwa vulkanik P. Bawean dan G. Muria tersebar mulai dari K sedang-tinggi dan secara umum berada pada jenis magma ultrapotassik dan jenis batuan basal, andesit basal dan andesit.&#13;
Hasil analisis pada diagram unsur jejak Zr vs Y; Zr vs Ti; Y vs Cr; Ce/Sr vs Cr; Y vs Nb; (Y+Nb) vs Rh dan diagram laba-laba, kedua daerah tersebut termasuk dalam busur vulkanik dan sedikit condong ke dalam lempeng lava. Hasil plot pada diagram segi tiga TiO2-10M.nO-P205 berada pada lingkungan tektonik busur benua (continental arc) dan sebagian berada pada andesit kepulauan samudera (oceanic islands andesite - OM). Pada diagram Y vs Cr dan Ce/Sr vs Cr, kedua daerah tersebut termasuk dalam daerah campuran (mixing magma) atau transisi antara busur vulkanik dan lempeng lava samudera. Berdasarkan pemodelan tersebut, jalur vulkanik Bawean - Muria memiliki karateristik tersendiri yang tidak sepenuhnya berada pada lingkungan tektonik busur vulkanik di P. Jawa, yaitu Busur Jawa atau busur kepulauan (islands arc), melainkan menjauh dari busur vulkanik ke arah Cekungan Busur Belakang.&#13;
Hasil analisis tektonik, kimia dan unsur jejak diverifikasi melalui uji statistk&#13;
(t test), dan hasilnya thitungan	ttabei dan natungan	rubeb sehingga hipotesis Ha&#13;
diterima dengan kesimpulan terdapat perbedaan pada tarafkesalahan a=0,05-0,10. Hubtmgan antar poptilasi yang diuji dutunjukkan oleh nilai koefisien korelasilkuatnya hubungan (r) antara 0,5 - 0,99 (tinggi dan sangat tinggi).&#13;
Sebagai kesimpulan, kedua daerah tersebut berada dalam jalur tektonik Pra-Paleogen-Paleogen-Neogen dan Vulkanik Cekungan Busur Belakang. Pengaruh tektonik Paleogen-Neogen dan vulkanik Neogen di daerah penelitian tersebut mengakibatkan bagian barat daerah penelitian mengalami penurunan membentuk Cekungan Pati dan bagian timur mengalami pengangkatan membentuk Busur Bawean - Muria.&#13;
Kata kunci: jalur tektonik dan vulkanik, Pra-Paleogen, Paleogen, Neogen, busur belakang, Cekungan Pati, Busur Bawean-Muria.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Ediar Usman</note>
 <subject authority="">
  <topic>jalur tektonik dan vulkanik, Pra-Paleogen, Paleoge</topic>
 </subject>
 <classification>551.09</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>551.09  Usm h/R.14.35</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100035</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.14.35)</sublocation>
    <shelfLocator>551.09  Usm h/R.14.35</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8366</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:22</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-07-18 11:35:32</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>