KOMUNIKASI BUDAYA SUKU BAJO DALAM PEMENUHAN GIZI BALITA
St.Harmin, Komunikasi Budaya suku Bajo Dalam Pemenuhan Gizi Balita,
dipromotori oleh Prof. H. Deddy Mulyana, M. A., Ph. D, Prof. Dr. Hj. Nina ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001110100215 302.2 Har k/R.17.82 Perpustakaan Pusat (REF.17.82) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Har k/17.82Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung., 2011 Deskripsi Fisik xvi,;405 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Har kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
St.Harmin, Komunikasi Budaya suku Bajo Dalam Pemenuhan Gizi Balita,
dipromotori oleh Prof. H. Deddy Mulyana, M. A., Ph. D, Prof. Dr. Hj. Nina Syam,
Dra., M.S, Prof. Dr. Hj.Mien Hidayat, Dra., M.S.
Disertasi ini bertujuan mengungkapkan pola-pola komunikasi dalam
masyarakat suku Bajo terkait pemenuhan Gizi Balita. Penelitian ini difokuskan
pada ibu-ibu suku Bajo yang mempunyai anak balita, di Desa Bajo Indah dan
Desa Leppe, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan
menggunakan metode etnografi komunikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola-pola komunikasi dalam
masyarakat suku Bajo terkait pemenuhan Gizi Balita yaitu terdiri dari beberapa
pola komunikasi yaitu : (1) pola komunikasi keluarga batih (komunikasi keluarga
inti) terdiri dari ayah, ibu dan anak, (2) pola komunikasi keluarga maluah
(keluarga luas) yang terdiri dari ayah, ibu, anak, orang tua, mertua, adik, ipar,
kakek, nenek, paman dan tante. (3) pola komunikasi keluarga asadiri (komunikasi
keluarga campuran) yang terdiri dari keluarga batih (keluarga inti), keluarga
maluah (keluarga luas), dam keluarga lainnya dari luar (4) pola komunikasi
pelayanan balita, (5) pola komunikasi dengan tetangga, (6) pola komunikasi
dengan petugas kesehatan, (7) pola komunikasi dengan tokoh masyarakat. Dalam
pemenuhan gizi balita, keluarga tersebut terjadi kesefahaman dalam setiap
aktivitas komunikasi, mulai dari persiapan bahan makanan, pengolahan makanan
hingga pemberian atau penyuapan balita. Komunikasi yang berlangsung tersebut
adalah komunikasi antar pribadi (interpersonal communication) dengan sangat
dialogis.
Selain itu, aktivitas komunikasi menunjukkan perbedaan bergantung pada
tempat dan lokasi komunikasi tentang pemenuhan Gizi Balita sehingga situasi,
peristiwa dan tindak komunikasi berbeda pula pada setiap temp at tersebut
misalnya, susuran madialang rumah (komunikasi di dalam rumah), susuran
maijja rumah (komunikasi di samping rumah), susuran mabunda rumah
(komunikasi di depan rumah), susuran mabuku rumah (komunikasi di belakang
rumah), bahkan susuran madilao ' (komunikasi di pinggir pantai).
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






