Detail Cantuman

Image of PEMBERDAYAAN NELAYAN DI KOTA MANADO MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PERDESAAN PERIKANAN TANGKAP OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SULAWESI UTARA

 

PEMBERDAYAAN NELAYAN DI KOTA MANADO MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA MINA PERDESAAN PERIKANAN TANGKAP OLEH DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI SULAWESI UTARA


Penelitian ini adalah tentang kebijakan pemberdayaan nelayan tangkap di kota
Manado. Kebijakan ini merupakan kebijakan nasional yang berlabel ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    02167Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    300 HaI P/.17.7.3
    Penerbit doktor llmu sosial : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    XIV,;153 HLM,;29 CM
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    300 HaI P
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini adalah tentang kebijakan pemberdayaan nelayan tangkap di kota
    Manado. Kebijakan ini merupakan kebijakan nasional yang berlabel
    "Pengembangan Usaha Mina Perdesaan Perikanan Tangkap", dan sudah
    dilaksanakan semenjak tahun 2011. Sampai tahun 2015 ini, sudah 30 kelompok
    nelayan yang diterapi melalui program ini.

    Kenyataannya, kehidupan masyarakat nelayan di kota ini tidak juga mengalami
    perubahan yang signifikan. Rata-rata pendapatan nelayan di kota Manado,
    terutama setelah adanya reklamasi justru mengalami penurunan pendapatan yang
    cukup signifikan. Penurunan pendapatan ini mencapai angka lebih dari 50% per
    tahunnya (Wagiu,20II).

    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan dari kegiatan penelitan
    yang dilakukan ditemukan bahwa belum tercapainya tujuan dari pelaksanaan
    program pemberdayaan ini bersumber pada dua hal. Pertama, bahwa seluruh isi
    program yang diberikan kepada para kelompok nelayan, tidak memenuhi esensi
    pemberdayaan sebagaimana yang dikemukakan oleh Stewart (1994:47) yaitu
    menyangkut aspek enabling.facilitating, consulting, collaborating, mentoring dan
    supporting. Sumber masalah ke dua adalah lemahnya operator pelaksana
    kebijakan di daerah. Penyebabnya adalah karena kebijakan ini adalah bukan
    insiatif lokal, tetapi merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang harus
    dilaksanakan oleh Pemerintah di Daerah. Kebijakan hanya dilaksanakan sesuai
    pedoman nasional, tetapi tidak ada insiatif lokal yang mendukung ke arah tujuan

    kebijakan (peningkatan kualitas kehidupan ne!ayan). '

    Adapun temuan utama dari penelitian ini adalah, bahwa untuk kasus nelayan
    tangkap di kota Manado, pemberdayaan tidak cukup hanya meliputi aspek-aspek
    enabling, facilitating, consultating, collaborating, mentoring dan supporting,
    tetapi pemberdayaan temyata juga hams mencakup aspek nilai dari seseorang atau

    kelompok yang diberdayakan. .
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi