Detail Cantuman

Image of PERAN MAJELIS RAKYAT PAPUA (MRP) DALAM MM MENDUKUNG PENYELENGGARAAN OTONOMI KHUSUS DI PROVINSI PAPUA

 

PERAN MAJELIS RAKYAT PAPUA (MRP) DALAM MM MENDUKUNG PENYELENGGARAAN OTONOMI KHUSUS DI PROVINSI PAPUA


Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang peran Majelis Rakyat Papua
(MRP) sebagai lembaga kultural yang mewakili adat, agama, dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    02152Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    320 Bin p/R.17.190.1
    Penerbit Pascasarjana Program Doktor Ilmu Politik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;324 hjlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    320 Bin p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang peran Majelis Rakyat Papua
    (MRP) sebagai lembaga kultural yang mewakili adat, agama, dan perempuan.
    Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya fungsi MRP
    untuk mendengarkan, menampung, menyampaikan, dan menindaklanjuti aspirasi
    orang asli Papua (Orpa).

    Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan instrumen pokok peneliti
    yang mewawancarai sejumlah informan disertai pengamatan secara mendalam
    (depth interview). Adapun informan yang dimaksud adalah aktor-aktor yang
    terlibat dalam penyelenggaraan kebijakan Otonomi Khusus di Provinsi Papua dan
    berbagai elemen masyarakat yang dianggap representatif mewakili aspirasi dan
    kepentingan orang asli Papua.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum optimalnya MRP sebagai
    lembaga kultural karena adanya kesenjangan (gap) antara MRP sebagai wakil
    orang asli Papua dan rakyat Papua sebagai pihak yang diwakili. Kesenjangan
    tersebut diakibatkan oleh sistem rekruitmen, kondisi geografis dan topografi,
    hambatan sosiologis, dan hambatan yuridis. Untuk mengurangi kesenjangan, maka
    perlu diupayakan penguatan lembaga MRP melalui perbaikan sistem seleksi calon
    anggota MRP, membangun sinergi yang konstruktif antara MRP, DPRP, dan
    Eksekutif (Gubemur); sinergisitas dengan pemerintah pusat; pemanfaatan tenaga
    ahli, dan pentingnya pembekalan bagi calon anggota MRP terpilih.

    Sumbangan secara konseptual terhadap pengembangan ilmu dan
    pembangunan dari penelitian ini adalah kebijakan yang menyangkut lembaga
    perwakilan rakyat untuk dapat menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas, harus
    diawali dari proses rekruitmen yang transparan dan tidak ada intervensi dari pihak
    manapun, membangun sinergisitas antara lembaga terkait, dan memperoleh
    dukungan masyarakat setempat.

    Pada akhimya eksistensi anggota MRP dalam mendengarkan, menampung,
    menyampaikan, dan menindaklanjuti aspirasi orang asli Papua (Orpa) harus
    dijalankan melalui kebijakan yang aspiratif, transparan, serta monitoring dan
    evaluasi yang teratur dan kontinyu, sehingga penyelenggaraan Otonomi Khusus
    membawa perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat khususnya
    orang asli Papua.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi