Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Profil hematologis sapi perah masa laktasi yang diberi UDP, Ca-PUFA, dan mineral organik dalam rensum serta hubungan dengan produkasi susu


Penelitian bertujuan untuk mengetahui fermentabilitas dan kecernaan mineral
organik, serta pengaruh pemberian suplemen undegradable dietary ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    THS00346636.214 2 Dhi p ThsPerpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636.214 2 Dhi p Ths
    Penerbit Program Studi Magistes Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 85 hal.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.214 2
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian bertujuan untuk mengetahui fermentabilitas dan kecernaan mineral
    organik, serta pengaruh pemberian suplemen undegradable dietary protein (UDP),
    Ca-PUFA dan mineral (Cr, Cu, Se, Zn) organik pada sapi perah dalam masa laktasi.
    Penelitian ini dilaksanakan mulai dari September 2017 – Desember 2018. Penelitian
    terbagi menjadi dua yaitu uji in vitro dan in vivo. Uji in vitro yang dilakukan adalah
    uji mineral organik menggunakan cairan rumen sapi perah. Penelitian in vitro
    dilaksanakan secara ekperimental delapan perlakuan (kombinasi A. oryzae –
    mineral dan kombinasi S. cerevisiae dengan setiap mineral), dengan tiga kali
    ulangan. Analisis yang digunakan adalah MANOVA dua arah, dengan peubah yang
    diamati produksi NH
    3
    , produksi VFA
    total
    , KCBK, dan KCBO. Uji in vivo
    dilaksanakan dengan menggunakan 16 ekor sapi perah periode laktasi ke 2 dengan
    rataan produksi susu 10 – 13 liter per hari. Penelitian dilakukan secara
    eksperimental dengan RAL, terdiri atas empat perlakuan yaitu R0: 55% rumput +
    5% ampas tahu + K0, R1: 55% rumput + 5% ampas tahu + K1, R2: 55% rumput +
    5% ampas tahu + K2, R3: 55% rumput + 5% ampas tahu + K3 (K0 = 100%
    konsentrat, K1 = 97% konsentrat + 3% UDP, K2 = 95% konsentrat + 3% UDP +
    2% Ca-PUFA, K3 = 93% konsentrat + 3% UDP + 2% Ca-PUFA + 2% mineral
    organik), dengan empat ulangan. Peubah yang diamati adalah profil hematologis
    dan produksi ternak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan
    ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
    mineral organik berpengaruh terhadap NH
    3

    , VFA
    total
    , KCBK, dan KCBO. Produksi
    NH
    3
    tertinggi diperoleh diperoleh S. cerevisiae – Cu (7,33 mM) dan terendah A.
    oryzae - Zn (2,88 mM). Produksi VFA tertinggi diperoleh kombinasi S. cerevisiae
    – Se (182,17 mM), dan terendah A. oryzae - Se (108,67 mM). Hasil yang diperoleh
    dari kecernaan bahan kering tertinggi yaitu S. cerevisiae – Se (81,46%) dan A.
    oryzae – Zn (76,66%) nilai terendah. Hasil kecernaan bahan organik yang diperoleh
    hasil tertinggi yaitu kombinasi S. cerevisiae – Se (75,64%) dan hasil terendah
    diperoleh kombinasi A. oryzae – Zn (69,53%). Pada penelitian in vivo hasil yang
    didapatkan pada profil hematologis adalah eritrosit berkisar antara 4,99±0,18 –
    5,36±0,15 10
    6
    sel/µl, hemoglobin 9,67±0,37 – 10,24±0,29 gd/dl, hematokrit
    31,38±0,55 – 32,75±1,98, leukosit 6000±518 – 8175±1547 sel/µl. Hasil dari
    produksi susu berkisar antara 11,16 – 12,77 liter/hari. Kesimpulan, pemberian
    mineral organik kombinasi fungi memberikan pengaruh terhadap fermentabilitas
    dan kecernaan rumen. Pada pemberian suplemen secara in vivo baik R0, R1, R2 dan
    R3 tidak memberikan pengaruh terhadap profil hematologis dan produksi susu,
    serta tidak ada hubungan hematologis dengan produksi susu.

    Kata Kunci: UDP, Ca-PUFA, Mineral Organik, Sapi Perah, Profil Hematologis
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi