Detail Cantuman

Image of DINAMIKA ALIRAN KEPERCAYAAN MADRAIS DI CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN

 

DINAMIKA ALIRAN KEPERCAYAAN MADRAIS DI CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN


BSTRAK

Disertasi ini adalah tentang Dinamika Aliran Kepercayaan Madrais dari 1885
hingga 2007. Permasalahan yang dibahas ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120100120959 Wid d/R.18.48Perpustakaan Pusat (REF.18.48)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    959 Wid d/R.18.48
    Penerbit Pascasrjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix,;407 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    959
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • BSTRAK

    Disertasi ini adalah tentang Dinamika Aliran Kepercayaan Madrais dari 1885
    hingga 2007. Permasalahan yang dibahas dalam disertasi ini adalah tentang
    mengapa Aliran Kepercayaan Madrais dapat bertahan lama, lebih dari satu abad.
    Aliran Kepercayaan Madrais telah mengalami pembubaran dan pelarangan beberapa
    kali, tetapi Aliran Kepercayaan Madrais ini selalu dapat muncul dan berdiri kembali
    hingga dapat bertahan hingga lebih dari satu abad. Selain itu penelitian ini juga
    diharapkan dapat menjawab permasalahan bagaimana perkembangan Aliran
    Kepercayaan Madrais dari 1885 hingga 2007.

    Metode yang digunakan dalam penelitian disertasi ini adalah Metode Sejarah
    yang memiliki beberapa tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan
    Historiografi. Lalu untuk menganalisis permasalahn dalam penelitian ini digunakan
    Teori Otoritas Kepemimpinan dari Max Weber, Teori Gerakan Massa dari Eric
    Hoffer dan teori dari Sartono Kartodirdjotentang gerakan-gerakan sosial.

    Dalam penelitian disertasi ini dijelaskan bahwa hubungan baik para
    penghayat Aliran Kepercayaan Madrais dengan keluarga keturunan Madrais masih
    cukup kuat. Hubungan ini terjadi karena para penghayat Aliran Kepercayaan
    Madrais tersebut masih mempercayai otoritas kepemimpinan tradisional, KeJuarga
    Madrais dianggap sebagai patron mereka sedangkan mereka adalah klien dari
    keluarga Madrais. Pada saat Madrais meninggal pada 1939 maka para penghayat
    Aliran Kepercayaan Madrais menganggap Tedjabuana anak lelaki Madrais satu­
    satunya sudah sepatutnya menggantikannya sebagai pemimpin mereka. Ketika
    Tedjabuana mendirikan ADS maka mereka mengikutinya menjadi anggota ADS.
    Bahkan ketika terjadi pembubaran organisasi Aliran Kepercayaan Madrais dan
    kepindahan pemimpin mereka menjadi pemeluk Agama Kristen Katholik, sebagian
    besar dari mereka pun mengikuti berpindah meme1uk Agama Kristen Katholik.
    Ketika Tedjabuana meninggaJ, maka mereka pun menganggap sudah sepatutnya
    Djatikusumah cucu Madrais anak lelaki Tedjabuana menggantikannya. Kemudian
    Pada saat Djatikusumah ke1uar dari Agama Kristen Katholik, dan mendirikan
    PACKU, maka sebagian dari mereka yang masih setia ikut ke luar dari Agama
    Kristen Katholik dan masuk PACKU. Walaupun jumlah mereka semakin sedikit,
    tetapi kesetiaan pada Keluarga Keturunan Madrais tetap ada hingga sekarang
    terutama pada mereka yang menjadi penghayat Aliran Kepercayaan Madrais.

    vi
    BSTRAK

    Disertasi ini adalah tentang Dinamika Aliran Kepercayaan Madrais dari 1885
    hingga 2007. Permasalahan yang dibahas dalam disertasi ini adalah tentang
    mengapa Aliran Kepercayaan Madrais dapat bertahan lama, lebih dari satu abad.
    Aliran Kepercayaan Madrais telah mengalami pembubaran dan pelarangan beberapa
    kali, tetapi Aliran Kepercayaan Madrais ini selalu dapat muncul dan berdiri kembali
    hingga dapat bertahan hingga lebih dari satu abad. Selain itu penelitian ini juga
    diharapkan dapat menjawab permasalahan bagaimana perkembangan Aliran
    Kepercayaan Madrais dari 1885 hingga 2007.

    Metode yang digunakan dalam penelitian disertasi ini adalah Metode Sejarah
    yang memiliki beberapa tahapan yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan
    Historiografi. Lalu untuk menganalisis permasalahn dalam penelitian ini digunakan
    Teori Otoritas Kepemimpinan dari Max Weber, Teori Gerakan Massa dari Eric
    Hoffer dan teori dari Sartono Kartodirdjotentang gerakan-gerakan sosial.

    Dalam penelitian disertasi ini dijelaskan bahwa hubungan baik para
    penghayat Aliran Kepercayaan Madrais dengan keluarga keturunan Madrais masih
    cukup kuat. Hubungan ini terjadi karena para penghayat Aliran Kepercayaan
    Madrais tersebut masih mempercayai otoritas kepemimpinan tradisional, KeJuarga
    Madrais dianggap sebagai patron mereka sedangkan mereka adalah klien dari
    keluarga Madrais. Pada saat Madrais meninggal pada 1939 maka para penghayat
    Aliran Kepercayaan Madrais menganggap Tedjabuana anak lelaki Madrais satu­
    satunya sudah sepatutnya menggantikannya sebagai pemimpin mereka. Ketika
    Tedjabuana mendirikan ADS maka mereka mengikutinya menjadi anggota ADS.
    Bahkan ketika terjadi pembubaran organisasi Aliran Kepercayaan Madrais dan
    kepindahan pemimpin mereka menjadi pemeluk Agama Kristen Katholik, sebagian
    besar dari mereka pun mengikuti berpindah meme1uk Agama Kristen Katholik.
    Ketika Tedjabuana meninggaJ, maka mereka pun menganggap sudah sepatutnya
    Djatikusumah cucu Madrais anak lelaki Tedjabuana menggantikannya. Kemudian
    Pada saat Djatikusumah ke1uar dari Agama Kristen Katholik, dan mendirikan
    PACKU, maka sebagian dari mereka yang masih setia ikut ke luar dari Agama
    Kristen Katholik dan masuk PACKU. Walaupun jumlah mereka semakin sedikit,
    tetapi kesetiaan pada Keluarga Keturunan Madrais tetap ada hingga sekarang
    terutama pada mereka yang menjadi penghayat Aliran Kepercayaan Madrais.

    vi

  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi