FORMASI MUTIARA KERANG AIR TAWAR Anodonta woodiana YANG MENERIMA MATERIAL IRITAN
Kata Kunci: mutiara, Anodonta woodiana, anestesi, material iritan, tablet kristal
Formasi Mutiara Kerang Air Tawar Anodonta woodiana ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01001120100109 630 Lum f/23.2 Perpustakaan Pusat (REF.23.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 630 Lum f/23.2Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung., 2012 Deskripsi Fisik 138 hlm,;29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 630Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Cyska Lumenta -
Kata Kunci: mutiara, Anodonta woodiana, anestesi, material iritan, tablet kristal
Formasi Mutiara Kerang Air Tawar Anodonta woodiana
yang Menerima Material Iritan
ABSTRAK
Penelitian untuk mempelajari formasi mutiara pada kerang air tawar Anodonta
woodiana yang menerima material iritan telah dilaksanakan di Balai Budidaya Air
Tawar Tatelu di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi
Sulawesi Utara. Penelitian pendahuluan yang dirancang secara eksperimental
dengan rancangan acak lengkap berpola faktorial bertujuan untuk menentukan
bahan dan dosis anestesi terhadap prakondisi kerang untuk implantasi. Bahan
anestesi yang digunakan adalah minyak menthol, minyak cengkeh, minyak pala,
dan minyak sereh dengan konsentrasi masing-masing 1,5 ml/L, 2,5 ml/L, dan
3 mIlL. Pene1itian utama yang juga dirancang secara eksperimental bertujuan
untuk menentukan material dan diameter iritan yang tepat dalam formasi mutiara
pada kerang ini. Material iritan yang dicobakan adalah pasir kerikil, pecahan gelas
dan manik-manik, masing-masing berdiameter 3 mm dan 6 mm. Hasil penelitian
menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara bahan dan dosis anestesi terhadap
kondisi rileks kerang untuk memudahkan penyisipan iritan pada tubuhnya.
Penggunaan bahan anestesi berupa minyak pala dengan dosis 2,5 mIlL lebih
efektif untuk prakondisi kerang (respons, waktu rileksasi, waktu pulih, dan
mortalitas) dibandingkan dengan bahan anestesi minyak cengkeh, minyak
menthol, dan minyak sereh. Selama pemeliharaan pasca pemberian iritan, kerang
tetap mampu hidup normal dengan laju sintasan yang bervariasi antara 89,8% dan
96,2%, demikian pula pertambahan bobot tubuhnya (1,31-1,76% per hari) relatif
sama dengan kerang yang tanpa implantasi iritan. Selain itu, material iritan tidak
menyebabkan peradangan pada jaringan mantel kerang, sebagaimana ditandai
dengan absennya sel-sel basofil dan eosinofil. Meskipun material dan diameter
yang berbeda,. tidak signifikan menentukan perbedaan keberhasilan implantasi,
tapi percobaan ini menunjukkan lebih dari 50% (59,16 - 84,99%) kerang yang
diimplantasi berhasil membentuk lapisan mutiara. Pertambahan bobot iritan
karena terlapisi mutiara dipengaruhi interaksi antara material dan diameter iritan,
sementara pertambahan tertinggi terjadi pada material pasir kerikil berdiameter 3
mm (0,039%) dan berdiameter 6 mm (0,137%). Selain kalsium karbonat sebagai
wujud biomineralisasi mutiara, komposisi mineral lapisan mutiara pada iritan
pasir kerikil ditandai aluminium oksida yang dominan dibandingkan lapisan
mutiara lainnya. Faktor butiran pasir kerikil da1am implantasi kerang
menghasilkan laju pertambahan lapisan mutiara tertinggi, sebesar 0,57% per hari
dengan ketebalan tablet kristal aragonite/vaterite mencapai 0,36-0,56 urn.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






