<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8271">
 <titleInfo>
  <title>FORMASI MUTIARA KERANG AIR TAWAR Anodonta woodiana YANG MENERIMA MATERIAL IRITAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cyska Lumenta</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana</publisher>
   <dateIssued>2012</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>138 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata Kunci: mutiara, Anodonta woodiana, anestesi, material iritan, tablet kristal &#13;
&#13;
Formasi Mutiara Kerang Air Tawar Anodonta woodiana &#13;
yang Menerima Material Iritan &#13;
&#13;
ABSTRAK &#13;
&#13;
Penelitian untuk mempelajari formasi mutiara pada kerang air tawar Anodonta &#13;
woodiana yang menerima material iritan telah dilaksanakan di Balai Budidaya Air &#13;
Tawar Tatelu di Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi &#13;
Sulawesi Utara. Penelitian pendahuluan yang dirancang secara eksperimental &#13;
dengan rancangan acak lengkap berpola faktorial bertujuan untuk menentukan &#13;
bahan dan dosis anestesi terhadap prakondisi kerang untuk implantasi. Bahan &#13;
anestesi yang digunakan adalah minyak menthol, minyak cengkeh, minyak pala, &#13;
dan minyak sereh dengan konsentrasi masing-masing 1,5 ml/L, 2,5 ml/L, dan &#13;
3 mIlL. Pene1itian utama yang juga dirancang secara eksperimental bertujuan &#13;
untuk menentukan material dan diameter iritan yang tepat dalam formasi mutiara &#13;
pada kerang ini. Material iritan yang dicobakan adalah pasir kerikil, pecahan gelas &#13;
dan manik-manik, masing-masing berdiameter 3 mm dan 6 mm. Hasil penelitian &#13;
menunjukkan adanya pengaruh interaksi antara bahan dan dosis anestesi terhadap &#13;
kondisi rileks kerang untuk memudahkan penyisipan iritan pada tubuhnya. &#13;
Penggunaan bahan anestesi berupa minyak pala dengan dosis 2,5 mIlL lebih &#13;
efektif untuk prakondisi kerang (respons, waktu rileksasi, waktu pulih, dan &#13;
mortalitas) dibandingkan dengan bahan anestesi minyak cengkeh, minyak &#13;
menthol, dan minyak sereh. Selama pemeliharaan pasca pemberian iritan, kerang &#13;
tetap mampu hidup normal dengan laju sintasan yang bervariasi antara 89,8% dan &#13;
96,2%, demikian pula pertambahan bobot tubuhnya (1,31-1,76% per hari) relatif &#13;
sama dengan kerang yang tanpa implantasi iritan. Selain itu, material iritan tidak &#13;
menyebabkan peradangan pada jaringan mantel kerang, sebagaimana ditandai &#13;
dengan absennya sel-sel basofil dan eosinofil. Meskipun material dan diameter &#13;
yang berbeda,. tidak signifikan menentukan perbedaan keberhasilan implantasi, &#13;
tapi percobaan ini menunjukkan lebih dari 50% (59,16 - 84,99%) kerang yang &#13;
diimplantasi berhasil membentuk lapisan mutiara. Pertambahan bobot iritan &#13;
karena terlapisi mutiara dipengaruhi interaksi antara material dan diameter iritan, &#13;
sementara pertambahan tertinggi terjadi pada material pasir kerikil berdiameter 3 &#13;
mm (0,039%) dan berdiameter 6 mm (0,137%). Selain kalsium karbonat sebagai &#13;
wujud biomineralisasi mutiara, komposisi mineral lapisan mutiara pada iritan &#13;
pasir kerikil ditandai aluminium oksida yang dominan dibandingkan lapisan &#13;
mutiara lainnya. Faktor butiran pasir kerikil da1am implantasi kerang &#13;
menghasilkan laju pertambahan lapisan mutiara tertinggi, sebesar 0,57% per hari &#13;
dengan ketebalan tablet kristal aragonite/vaterite mencapai 0,36-0,56 urn. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Cyska Lumenta</note>
 <subject authority="">
  <topic>Mutiara Kerang</topic>
 </subject>
 <classification>630</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>630 Lum f/23.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">01001120100109</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.23.2)</sublocation>
    <shelfLocator>630 Lum f/23.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>scan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8271</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-06-16 07:59:04</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>