<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8241">
 <titleInfo>
  <title>IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM JENJANG PENDIDIKAN DASAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nawawi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor ilmu budaya</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xvii,;438 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia adalah negara multikultural terbesar di dunia Namun &#13;
pendidikan multikultural di Indonesia masih sebatas wacana Penelitian ini &#13;
bertujuan mengetahui kondisi eksisting irnplementasi operasional indikator &#13;
multikultural di bidang pendidikan sebagaimana 5 dimensi pendidikan &#13;
multikultural Banks -yang dikuatkan para ahli menjadi 14 subdimensi--. dengan &#13;
membangun upaya pemberdayaan budaya organisasi sekolah (meliputi guru, &#13;
kepala sekolah, dan interaksi keduanya). Dengan pemberdayaan ini, sekolah &#13;
mampu mengatasi pennasalahan sebagai bangsa multikultural. &#13;
&#13;
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif metodologi studi kasus, hasil &#13;
penelitian ini adalah: (1) Keberhasilan pendidikan multikultural bergantung pada &#13;
pengirnplementasian seluruh subdimensi pendidikan multikultural. (2) &#13;
Keberhasilan pengirnplementasian pendidikan multikultural mensyaratkan &quot;kerja &#13;
sama rim&quot; padu antar-unsur sekolah untuk saling mendukung dan menguatkan &#13;
peran masing-masing. (3) Tiap-tiap bahasa adalah penjelmaan yang unik dari &#13;
suatu kebudayaan yang unik. Dengan dernikian, tiap-tiap bahasa itu perlu &#13;
dipelaiari, dianalisis, dipaharni, dan dilukiskan secara ilmu atas keunikannya dan &#13;
juga kesamaannya dengan bahasa-bahasa lain. (4) Masih terbuka banyak &#13;
peluanglcara yang bisa dilakukan/ditingkatkan dalam pengirnplementasian &#13;
pendidikan multikultural, sehingga terciptanya sebuah model pendidikan/materi &#13;
aiar multikultural yang menyeluruh dan sesuai kebutuhan sekolah. (5) Guru &#13;
merupakan aktor utarna dalam pengimplementasian subdimensi-subdimensi &#13;
pendidikan multikultural. Untuk itu, guru harus selalu meng-up date &#13;
pengetahuannya (6) Pengimplementasian pendidikan multikultural adalah proses &#13;
humanisasi, maka seyogyanya itu bisa dilakukan sejak jenjang pendidikan dasar. &#13;
(7) Model pembelajaran konstruktivisme yang mengarah pada student centered, &#13;
adalah model pembelajaran yang tepat untuk mengimplementasian pendidikan &#13;
multikultural. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Nawawi</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan MultikultuTaJ Jenjang Pendidikan Dasar;</topic>
 </subject>
 <classification>306 Naw i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>306 Naw i /R.18.3.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02109</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8241</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-04 14:50:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>