Detail Cantuman

Image of WAWACAN PADMASARI: KRITIK TEKSTUAL NASKAH SUNDA DAN KAJIAN KESETARAAN GENDER BAGI PEREMPUAN

 

WAWACAN PADMASARI: KRITIK TEKSTUAL NASKAH SUNDA DAN KAJIAN KESETARAAN GENDER BAGI PEREMPUAN


Disertasi yang berjudul Wawacan Padmasari: Kritik Tekstual Naskah Sunda dan
Kajian Kesetaraan Gender bagi Perempuan ini berfokus pada ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    02101Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    400 Erl w / R.18.16.5
    Penerbit program doktor ilmu filologi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxvii,;744 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    400 Erl w
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Disertasi yang berjudul Wawacan Padmasari: Kritik Tekstual Naskah Sunda dan
    Kajian Kesetaraan Gender bagi Perempuan ini berfokus pada persoalan-persoalan
    filologis: naskah jamak yang mengandung variasi teks serta penyimpangan tulis
    sehingga keasliannya hilang dan tidak dikenal serta tidak terbaca masyarakat luas pada
    masa kini. Disertasi ini juga berorientasi pada masalah ketidaksetaraan gender kepada
    kaum perempuan beserta ketidakproduktifan dan kehilangan serta pencarian jati dirinya.
    Fokus objek penelitian ini adalah tiga naskah Wawacan Padmasari sebagai data primer
    dengan data sekunder naskah-naskah yang sebanding dengannya.

    Penelitian ini berbasis pada grand paradigma ilmu humaniora. Bidang keilmuan
    yang menjadi grand teori penelitian ini adalah filologi, ilmu sastra, dan ilmu sosial. Di
    dalam filologi digunakan teori kodikologi dan tekstologi. Dengan ilmu sastra diterapkan
    pendekatan sosiologi sastra. Dari ilmu sosial diambil teori kesetaraan gender. Penelitian
    ini termasuk riset kualitatif dengan nalar induktif nonhipotetikal. Metode penelitian ini
    adalah deskriptif-analitis-komparatif Adapun metode pengkajian filologi menggunakan
    metode kritik naskah serta kritik teks, sedangkan pengkajian sastra menerapkan metode
    sosiologi sastra secara intrinsik dan ekstrinsik. Penyuntingan teks bermetode landasan.

    Dihasilkan kritik teks yang komprehensif dengan tiga perspektif: bentuk, sifat,
    dan tataran bahasa. Dari perspektifbentuk, disempurnakan peta bentuk-bentuk kesalahan
    tulis: substitusi kemiripan serta nonkemiripan, transposisi pertukaran serta perpindahan,
    dan interseksi tunggal serta jamak. Dari perspektif sifat, dipetakan tiga sifat kesalahan
    tulisan: tidak ada, tidak baku, dan tidak tepat diksi. Dari segi tataran bahasa, ditemukan
    kesalahan tanda huruf Edisi teks wawacan dapat menggabungkan struktur fisik puisi
    dan narasi. Terjemahan teks menyelaraskan pemadanan akurat pada bahasa Indonesia
    dengan pemertahanan kekhasan bahasa Sunda. Prinsip keaslian dan keterbacaan bersi­
    nergi dalam aspek aksara: keaslian aksara pad a emendasi teks dan keterbacaan aksara
    pada edisi teks. Mazhab filologi tradisional dan modern dapat saling berkomplementer.

    Penelitian ini juga menemukan kosmologi kesetaraan gender bagi perempuan islami
    Sunda yang khas dan adiluhung. Kekhasannya terlihat dari kombinasi prinsip juga strategi
    produktivitasnya yang koperatif serta konfrontatif, dorongan kuat yang mengunggulkan
    perempuan atas lelaki pada berbagai bidang kehidupan, pembagian peran yang kondisional,
    penyamaan serta pembedaan antara lelaki dengan perempuan secara proposional, menjadikan
    pendidikan dan ranah domestik sebagai basis kesetaraan beserta keberdayaannya, dan
    perlindungan kepada kaum perempuan dari kejahatan kaum patriarkat khususnya di sektor
    publik beserta metode efektifnya dalam melawan dan membenahinya. Keadiluhungannya
    terbukti dengan sumbernya dari spiritualitas keislaman serta sosio-kultural kesundaan yang
    agung, hasil jejaring keberangkaian kosomologi Sunda kuno mengenai perempuan dari
    berbagai zaman, berangkat dari identitas ketuhanan beserta kemanusiaan perempuan yang
    paripuma, sesuai kodratnya, dan kepantasannya dijadikan patokan masyarakat kini serta
    nanti, khususnya bagi kaum perempuan beserta pemberdayaan juga penyetaraan gendemya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi