<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8233">
 <titleInfo>
  <title>WAWACAN PADMASARI:</title>
  <subTitle>KRITIK TEKSTUAL NASKAH SUNDA DAN KAJIAN KESETARAAN GENDER BAGI PEREMPUAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Erlan Saefuddin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor ilmu filologi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xxvii,;744 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Disertasi yang berjudul Wawacan Padmasari: Kritik Tekstual Naskah Sunda dan &#13;
Kajian Kesetaraan Gender bagi Perempuan ini berfokus pada persoalan-persoalan &#13;
filologis: naskah jamak yang mengandung variasi teks serta penyimpangan tulis &#13;
sehingga keasliannya hilang dan tidak dikenal serta tidak terbaca masyarakat luas pada &#13;
masa kini. Disertasi ini juga berorientasi pada masalah ketidaksetaraan gender kepada &#13;
kaum perempuan beserta ketidakproduktifan dan kehilangan serta pencarian jati dirinya. &#13;
Fokus objek penelitian ini adalah tiga naskah Wawacan Padmasari sebagai data primer &#13;
dengan data sekunder naskah-naskah yang sebanding dengannya. &#13;
&#13;
Penelitian ini berbasis pada grand paradigma ilmu humaniora. Bidang keilmuan &#13;
yang menjadi grand teori penelitian ini adalah filologi, ilmu sastra, dan ilmu sosial. Di &#13;
dalam filologi digunakan teori kodikologi dan tekstologi. Dengan ilmu sastra diterapkan &#13;
pendekatan sosiologi sastra. Dari ilmu sosial diambil teori kesetaraan gender. Penelitian &#13;
ini termasuk riset kualitatif dengan nalar induktif nonhipotetikal. Metode penelitian ini &#13;
adalah deskriptif-analitis-komparatif Adapun metode pengkajian filologi menggunakan &#13;
metode kritik naskah serta kritik teks, sedangkan pengkajian sastra menerapkan metode &#13;
sosiologi sastra secara intrinsik dan ekstrinsik. Penyuntingan teks bermetode landasan. &#13;
&#13;
Dihasilkan kritik teks yang komprehensif dengan tiga perspektif: bentuk, sifat, &#13;
dan tataran bahasa. Dari perspektifbentuk, disempurnakan peta bentuk-bentuk kesalahan &#13;
tulis: substitusi kemiripan serta nonkemiripan, transposisi pertukaran serta perpindahan, &#13;
dan interseksi tunggal serta jamak. Dari perspektif sifat, dipetakan tiga sifat kesalahan &#13;
tulisan: tidak ada, tidak baku, dan tidak tepat diksi. Dari segi tataran bahasa, ditemukan &#13;
kesalahan tanda huruf Edisi teks wawacan dapat menggabungkan struktur fisik puisi &#13;
dan narasi. Terjemahan teks menyelaraskan pemadanan akurat pada bahasa Indonesia &#13;
dengan pemertahanan kekhasan bahasa Sunda. Prinsip keaslian dan keterbacaan bersi­ &#13;
nergi dalam aspek aksara: keaslian aksara pad a emendasi teks dan keterbacaan aksara &#13;
pada edisi teks. Mazhab filologi tradisional dan modern dapat saling berkomplementer. &#13;
&#13;
Penelitian ini juga menemukan kosmologi kesetaraan gender bagi perempuan islami &#13;
Sunda yang khas dan adiluhung. Kekhasannya terlihat dari kombinasi prinsip juga strategi &#13;
produktivitasnya yang koperatif serta konfrontatif, dorongan kuat yang mengunggulkan &#13;
perempuan atas lelaki pada berbagai bidang kehidupan, pembagian peran yang kondisional, &#13;
penyamaan serta pembedaan antara lelaki dengan perempuan secara proposional, menjadikan &#13;
pendidikan dan ranah domestik sebagai basis kesetaraan beserta keberdayaannya, dan &#13;
perlindungan kepada kaum perempuan dari kejahatan kaum patriarkat khususnya di sektor &#13;
publik beserta metode efektifnya dalam melawan dan membenahinya. Keadiluhungannya &#13;
terbukti dengan sumbernya dari spiritualitas keislaman serta sosio-kultural kesundaan yang &#13;
agung, hasil jejaring keberangkaian kosomologi Sunda kuno mengenai perempuan dari &#13;
berbagai zaman, berangkat dari identitas ketuhanan beserta kemanusiaan perempuan yang &#13;
paripuma, sesuai kodratnya, dan kepantasannya dijadikan patokan masyarakat kini serta &#13;
nanti, khususnya bagi kaum perempuan beserta pemberdayaan juga penyetaraan gendemya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Saefuddin Erlan</note>
 <subject authority="">
  <topic>Wawacan Padmasari, kesalahan tulis, kesetaraan gen</topic>
 </subject>
 <classification>400 Erl w</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>400 Erl w / R.18.16.5</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02101</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8233</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 13:14:48</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>