Detail Cantuman

Image of Praktik Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) : Memadukan Kepentingan Ibadah, Bisnis dan Negara

 

Praktik Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) : Memadukan Kepentingan Ibadah, Bisnis dan Negara


Penelitian iru dilatarbelakangi oleh fenomena semakin suburnya
Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dikenal ONH Plus dengan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    02091Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    362.508 6 Aep p/R.17.478.1
    Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;263 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    362.508 6 Aep p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian iru dilatarbelakangi oleh fenomena semakin suburnya
    Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang dikenal ONH Plus dengan
    menawarkan berbagai paket perjalanan ibadah haji dengan pelayanan fasilitas yang
    memanjakan jemaah. Kelahiran PIHK dilatarbelakangi keinginan untuk membantu
    para jemaah agar bisa melaksanakan ibadah dengan benar dan nyaman, dalam
    aspek ritual dan teknis perjalanannya serta tidak berorientasi kepada keuntungan
    semata karena masalah ibadah bukan merupakan komoditas. Namun dalam
    perkernbangannya, PIHK sebagai lembaga bisnis dituntut bersaing dan mencari
    keuntungan agar dapat tetap bertahan dan melayani jemaah dengan maksimal serta
    sekaligus memenuhi tuntutan negara.

    Ritual ibadah merupakan kegiatan komunitas ijamaahi, anti struktur yang
    mengintegarsikan masyarakat. Posisi liminality dalam tahapan ritual yang
    digambarkan Turner (1974) sebagai suatu keadaan seseorang lepas dari tuntutan
    struktur sosial dan antribut yang berkaitan dengan hierarki dan status sosial. Namun
    dalam ritual ibadah haji, kondisi seperti itu tidak sepenuhnya relevan, karena dalam
    ritual ibadah haji yang dipraktikan oleh PIHK masih menggunakan atribut-atribut
    tersebut sehingga starata sosial tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

    Tujuan Penelitian ini adalah menjelaskan praktik PIHK dalam memadukan
    kepentingan ibadah, bisnis dan negara. Selain itu penelitian ini ingin menjelaskan
    kaitan praktik PlHK terhadap hilangnya rasa kesamarataan dalam proses ritual haji
    dan justeru memunculkan citra kelas sosial dalam ibadah haji.

    Penelitian menggunakan metode kualitatif. Satuan analisisnya sejumlah
    PIHK yang ada di Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui
    pengamatan, wawancara mendalarn dan studi dokumentasi. Penentuan informan
    dilakukan secara purposif.

    Hasil penelitian ini bahwa praktik PIHK mampu memadukan kepentingan
    ibadah, bisnis dan negara. PIHK berhasil menjalankan bisnisnya dengan baik
    sehingga terus berkembang. namun tetap melayani bimbingan ritual ibadah haji
    sesuai syariat dengan maksimal dan sekaligus rnernenuhi tuntutan pemerintah. Hal
    ini karena PIHK tetap berkomitmen terhadap tujuan awal pendiriannya dan
    memegang teguh etika bisnis islami. Selain itu hasil penelitian ini adalah bahwa
    praktik PIHK menghilangkan kesamarataan dalam proses ritual haji, khususnya
    dalam tahap liminality, dan justeru memunculkan citra kelas sosial.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi