<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8220">
 <titleInfo>
  <title>DESENTRALISASI DAN PARTISIPASI:</title>
  <subTitle>STUDI TENTANG DESENTRALISASI POLITIK DAN PARTISIPASI PUBLIK DALAM PERUMUSAN RPJMD PROVINSI RIAU TAHUN 2014-2019</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDI YUSRAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii,;237 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sejak tahun 2001, Indonesia adalah tennasuk salah satu negara demokrasi &#13;
baru yang menjalankan sistim pemerintahan yang desentralistik, Salah satu wujud &#13;
dari pelaksanaan desentralisasi adalah diberikannya wewenang kepada daerah &#13;
otonom untuk merumuskan kebijakan secara mandiri (desentralisasi politik) &#13;
transfer wewenang tersebut sekaligus dimaksudkan untuk mendorong proses &#13;
demokrasi di tingkat lokal. Namun demikian dalam perkembangannya, beberapa &#13;
hasil studi menunjukkan bahwa implementasi desentralisasi politik tidak &#13;
berkorelasi positif dengan fasilitasi partisipasi publik dalam perumusan kebijakan, &#13;
pertanyaannya adalah bagaimana implementasi desentralisasi politik di Provinsi &#13;
Riau? apakah implementasi desentralisasi politik tersebut dapat memfasilitasi &#13;
partisipasi publik dalam perumusan kebijakan perencanaan pembangunan &#13;
(RPJMD)? &#13;
&#13;
Studi ini menaruh perhatian utama kepada upaya mendeskripsikan dan &#13;
menjelaskan implementasi desentralisasi politik dan partisipasi publik dalam &#13;
perumusan kebijakan di Provinsi Riau, studi ini bertujuan (1) Mendapatkan &#13;
deskripsi dan penjelasan tentang implementasi kebijakan desentralisasi (politik) &#13;
yang digulirkan pemerintah pusat tahun 2001, apakah implementasi desentralisasi &#13;
politik tersebut dapat memfasilitasi partisipasi publik dalam perumusan RPJMD &#13;
Provinsi Riau tahun 2014-2019, (2). Mendapatkan penjelasan tentang bentuk, &#13;
tingkat dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi publik dalam &#13;
perumusan kebijakan RPJMD Provinsi Riau tahun 2014-2019. &#13;
&#13;
Dengan menggunakan metode analisis kualitatif, dengan melibatkan para &#13;
pemangku kepentingan di Provinsi Riau sebagai infonnannya, penelitian ini &#13;
menemukan beberapa hal; &#13;
&#13;
Pertama, dari analisis perumusan kebijakan RPJMD Provinsi Riau tahun &#13;
2014-2019 didapati beberapa temuan, masing-masing: (1) Model fonnulasi &#13;
kebijakan RPJMD berbentuk model elitis dan pendekatan perencanaan &#13;
pembangunan yang dominan berlangsung adalah pendekatan top down dan &#13;
teknokratis. (2) Terdapat dua bentuk kekuasaan yang mempengaruhi perumusan &#13;
kebijakan RPJMD yaitu visible power dan hidden power dan (3) Perumusan &#13;
kebijakan RPJMD berlangsung dalam ruang tertutup (closed space). &#13;
&#13;
Kedua; dari analisis partisipasi publik dalam perumusan kebijakan RPJMD &#13;
Provinsi Riau tahun 2014-2019, didapati beberapa temuan penting, masing­ &#13;
masing (1) Bentuk partisipasi publik berbentuk public meeting, (2) Tingkat &#13;
partisipasi adalah consultation atau masih dalam taraf partisipasi semu (degree &#13;
oftokenism). (3) Terdapat beberapa faktor yang berpengaruh dalam perumusan &#13;
kebijakan yaitu: terbatasnya peran media massa, komunikasi kebijakan yang &#13;
lemah dan terbatas, dan infrastruktur politik yang kurang mendukung partisipasi. &#13;
&#13;
Dari kedua hasil analisis penelitian sebagaimana diatas, maka &#13;
disimpulkan bahwa implementasi desentralisasi politik belum dapat memfasilitasi &#13;
partisipasi publik dalam perumusaan kebijakan. Model elitis dari perumusan &#13;
kebijakan, dominannya pendekatan perencanaan top-down dan teknokratis serta &#13;
perurnusan kebijakan yang umumnya dilakukan di ruang tertutup (closed space) &#13;
menyulitkan partisipasi publik dan akomodasi berbagai kepentingan masyarakat. &#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">YUSRAN ANDI</note>
 <subject authority="">
  <topic>Dari kedua hasil analisis penelitian sebagaimana d</topic>
 </subject>
 <classification>320 And d</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>320 And d/R.17.186.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02088</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8220</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-11 09:50:39</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>