<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8216">
 <titleInfo>
  <title>STUDI TENTANG ABDI DALEM KERATON KASEPUHAN CIREBON :</title>
  <subTitle>Studi Fenomenologi tentang Motif, Makna, danEtiketKomunikasi Sembilan Abdi DalemKeraton Kasepuhan Cirebon</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MamanSuherman</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>program doktor Ilmu komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xii,;341 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>&#13;
Penelitian ini bertemakan studi tentang abdi dalem Keraton Kasepuhan &#13;
Cirebon. Abdi dalem dalam melaksanakan tugasnya tidak diberi gaji atau upah &#13;
sebagaimana layaknya pegawai. Para abdi dalem. ini hanya diberi paringan yaitu &#13;
uang pemberian sultan. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologi. &#13;
Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada sembilan abdi da/em &#13;
yang tercatat sebagai pengurus Badan Pengelola Keraton Kasepuhan Cirebon. &#13;
Teknik lain dalam mengumpulkan data ini adalah pengamatan, penelusuran &#13;
dokumen, dan kajian terhadap literatur. &#13;
&#13;
Tujuan dari riset ini adalah pertama, mengkaji apa yang mendorong (motif) &#13;
para abdi dalem informan berkeinginan menjadi abdi dalem Keraton Kasepuhan &#13;
Cirebon. Kedua, mengkaji makna abdi dalem dari perspektif abdi dalem &#13;
informan. Dan ketiga, mengkaji tentang etiket komunikasi abdi dalem Keraton &#13;
Kasepuhan Cirebon. &#13;
&#13;
Hasil riset pertama, menunjukkan motif para informan menjadi abdi dalem &#13;
dapat dikatagorikan ke dalam empat katagori yaitu motif ekonomi, motif &#13;
kepengen dewek, motif kepengen ngurus keraton, dan motif kepengen sinahu. &#13;
&#13;
Kedua, makna abdi dalem menurut pandangan abdi dalem informan adalah &#13;
pengabdian. Pengabdi yang baik menurut mereka adalah memiliki karakterisitk &#13;
tidak digaji, manut pada tugas, punya rasa memiliki, bekerja ikhlas, rido, tanpa &#13;
parnrih, tidak neko-neko, harus rendah hati, mentaati peraturan sultan, bekerja &#13;
secara sukarela, tidak menjelekkan keraton, berbuat baik kepada famili keraton. &#13;
Tugas utamanya adalah memelihara keraton, melestarikan/menjaga tradisi, dan &#13;
melayani keluarga keraton dan tamu. &#13;
&#13;
. Ketiga pada aspek etiket komunikasi abdi dalem informan akan terlihat pada &#13;
komunikasi abdi da/em dengan sultan, abdi da/em dengan wisatawan, dan abdi &#13;
da/em dengan teman sejawat. Komunikasi tatap muka antara sebagian abdi dalem &#13;
informan dengan sultan di dalem (tempat kediaman sultan) terjadi divergensi yaitu &#13;
tidak terdapat usaha untuk menunjukkan persamaan antarpelaku komunikasi. Hal &#13;
ini dimaksudkan untuk menjaga mart ab at dan derajat sultan, sehingga terjaga citra &#13;
diri masing-masing. Suasana komunikasi pada rapat, semuanya duduk di kursi. Di &#13;
sini menggunakan Bahasa Cirebon bebasan, Bahasa Cirebon bukan bebasan, dan &#13;
Bahasa Indonesia. Pada prosesi tampi tamu eaos, abdi da/em informan duduk di &#13;
lantai seperti para tamu. Sedangkan sultan duduk di kursi. Di luar tiga komunikasi &#13;
itu, sultan mengijinkan abdi dalem untuk memanfaatkan layanan pesan singkat &#13;
untuk berkomuniaksi dengannya. Komunikasi antara abdi dalem informan dengan &#13;
wisatawan ditandai adanya umpan balik dari wisatawan yang merasa kecewa atas &#13;
tindakan saweran dan pemandu yang minta uang tip. Sedangkan komunikasi &#13;
sesama abdi da/em menunjukkan bahwa penggunaan Bahasa Cirebon bebasan &#13;
atau bukan bergantung pada situasi dan dalam suasana informal. Adapun &#13;
tujuannya untuk menjaga hubungan yang harmonis sesama abdi da/em. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Suherman Maman</note>
 <subject authority="">
  <topic>abdi da/em, motif, etiket komunikasi, pengabdian</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 mam s</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 mam s/R.21.10.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02084</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8216</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-03 13:16:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>