<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8191">
 <titleInfo>
  <title>MEMBONGKAR IDEOLOGI 'SEKS BEBAS'  PADA KELOMPOK RENTAN TERINFEKSI HAIV / AIDS :</title>
  <subTitle>KAJIAN KOMUNIKASI DENGAN [PENDEKATAN ETNOGRAFI KRITIS DI KABUPATEN SUBANG JAWA BARAT</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Emeraldy Chatra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pascasarjana  Program Doktor Ilmu Politik UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>XX,;351,;HLM,;29 CM</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ideologi 'seks bebas' yang makin berkembang di kalangan kelompok usia yang &#13;
rent an terinfeksi HIV I AIDS merupakan produk dari dinamika dan kontestasi &#13;
budaya yang berlangsung sejak lama. Internet dan gadget merupakan media yang &#13;
paling potensial untuk menyebarkan ideologi seks bebas ke kalangan generasi &#13;
muda, bahkan dari satu generasi ke generasi yang lebih muda. Penelitian ini &#13;
menggunakan pendekatan Etnografi Kritis untuk menganalisis konstruksi ideologi &#13;
'seks bebas' dalam konteks relasi kuasa (power relations) di antara budaya induk, &#13;
subkultur dan budaya global. Budaya induk dan subkultur merupakan korban &#13;
belaka dari hegemoni budaya global. Kelompok rentan terinfeksi HIV/AIDS yang &#13;
aktif melakukan hubungan seks bebas tidak hanya sekedar melakukan hubungan &#13;
tidak sah, tapi juga melakukan pembalikan konstruksi ideologi seksual yang &#13;
dianut oleh pendukung budaya induk. Mereka menjadikan pacaran sebagai bentuk &#13;
hubungan laki-Iaki dan perempuan yang harus diisi dengan hubungan seksual. &#13;
Bila tidak melakukan hubungan seksual, berarti bukan berpacaran, hanya &#13;
berteman biasa. Pandangan demikian telah banyak dianut, tidak hanya oleh &#13;
kelompok remaja, tapi juga oleh sebagian warga yang berumur di atas 30 tahun. &#13;
Konstruksi ideologi seks bebas lebih banyak dikaitkan dengan resiko keharnilan &#13;
daripada resiko terinfeksi HIV/AIDS atau PMS (Penyakit Menular Seksual): &#13;
lainnya. Akibat dominasi budaya global makna seks bebas direduksi ke dalam &#13;
masalah kesehatan bel aka, sementara aspek moral yang terkait dengan agarna &#13;
mengalami marginalisasi. Meluasnya ideologi seks bebas, selain disebabkan sikap &#13;
permisif warga dan provokasi media, semakin diperkuat oleh keengganan &#13;
membicarakan dan kualitas komunikasi mulai dari lingkungan keluarga, &#13;
lingkungan pemukiman terdekat, dan masyarakat secara keseluruhan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">ChatrA Emeraldy</note>
 <subject authority="">
  <topic>seks bebas, remaja, internet, pomografi, komunikas</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 EME M</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 EME M/R.17.73.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02038</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8191</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-09 10:06:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>