<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8189">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH NILAI BUDAYA SAPIKUA, DUKUNGAN SOSIAL, DAN TRAIT KEPRIBADIAN TERHADAP RESILIENSI ORANG MINANG (Studi Empiris Pada Komunitas Yang Tinggal Di Wilayah Rentan Bencana Di Sumatera Barat</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WANDA FITRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana Unpad</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xviii,;316 hlm,;29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENGARUH NILAI BUDAYA SAPIKUA, DUKUNGAN SOSIAL DAN &#13;
TRAITKEPRIBADIAN TERHADAP RESILIENSI ORANG MINANG &#13;
(Studi Empiris Pada Komunitas Yang Tinggal di Wilayah Rentan Bencana, &#13;
Sumatera Barat) &#13;
&#13;
Abstrak &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk memeroleh model resiliensi orang Minang yang &#13;
dikaitkan dengan nilai budaya sapikua, dukungan sosial, dan trait kepribadian. &#13;
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksplanatory. Subyek penelitian &#13;
berjumlah 322 orang yang diambil dari wilayah yang sudah ditetapkan oleh &#13;
pemerintah sebagai wilayah yang rentan dengan bencana yaitu kota Padang, &#13;
kabupaten Agam dan Padang Pariaman yang dipilih dengan menggunakan teknik &#13;
cluster sampling. Teknik kluster juga digunakan untuk menentukan subjek &#13;
penelitian (sampel). Adapun kriteria dari subyek peneIitian adalah; orang-orang &#13;
yang menjadi penYitifiis~pada bencana gempa tahun 2009 yang lalu,&quot; tinggal di &#13;
zona merah, berusia 25-65 tahun, lahir dan besar di Sumatera Barat. Data &#13;
dikumpulkan dengan kuesioner dan analisis datanya. menggunakan SEM &#13;
(Structural Equation Modeling) dengan bantuan program lisrel versi 8.7. Hasil &#13;
peneIitian ini membuktikan bahwa model resiliensi orang Minang yang dikaitkan &#13;
dengan nilai budaya sapikua, dukungan sosial, dan trait kepribadian sesuai (fit) &#13;
dengan data empiris. Terbukti nilai budaya sapikua memainkan peran terhadap &#13;
ketersediaan dukungan sosial pada orang Minang dan secara signifikan juga &#13;
berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan resiliensi orang Minang . &#13;
&#13;
. Dalam konteks bencana, resiliensi bagi orang Minang tidak hanya kemampuan &#13;
bangkit dan keluar dari kondisi adversitas tetapi juga kemampuan membantu &#13;
orang lain. Konsep kebersamaan dalam nilai budaya sapikua terbukti dapat &#13;
memfasilitasi ketersediaan dukungan sosial yang besar sejak lama di tengah &#13;
masyarakat Minangkabau, kemudian secara terintegrasi terintemalisasi ke dalam &#13;
diri orang Minang. Hal ini membentuk karakter kepribadian orang Minang yang &#13;
kuat secara individual tetapi tidak mengabaikan sifat-sifat sosialnya. Empat dari &#13;
lima trait yaitu trait extraversion, openness, conscientiousness, dan agreeableness &#13;
menjadi penggerak utama terbangunnya resiliensi dengan mudah. Bedanya trait &#13;
extraversion lebih besar pengaruhnya terhadap resiliensi. Sedangkan pada orang &#13;
dengan trait neuroticism tidak dapat membangun derajat resiliensinya kecuali jika &#13;
mendapatkan dukungan dari dukungan sosial dukungan sosial yang mereka terima &#13;
begitu besar kuat terutama dukungan emosional. Jadi resiliensi orang Minang &#13;
terbentuk melalui penghayatan yang tinggi terhadap nilai-nilai budaya, besarnya &#13;
dukungan sosial, dan kepribadian yang kuat. Dengan demikian disimpulkan &#13;
untuk menjadi resilien orang Minang tidak hanya mengandalkan faktor internal &#13;
(kepribadian) tetapi juga faktor ekstemal (nilai budaya dan dukungan sosial). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">FITRI WANDA</note>
 <subject authority="">
  <topic>resiliensi, nilai budaya sapikua, dukungan sosial,</topic>
 </subject>
 <classification>155.25 Wan p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.25 Wan p/R.19.13.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">02036</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat</sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8189</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-04-01 15:33:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-03 08:35:29</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>