Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengaruh lama simpan telur terhadap bobot tetas dan quail quality puyuh Padjadjaran generasi ke-6


PENGARUH LAMA SIMPAN TELUR TERHADAP BOBOT TETAS DAN
QUAIL QUALITY PUYUH PADJADJARAN GENERASI KE-6

DEBBY MARGARETTHA
...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    SKR001752Skr.6258Perpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    Skr.6258
    Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 74 hlm.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGARUH LAMA SIMPAN TELUR TERHADAP BOBOT TETAS DAN
    QUAIL QUALITY PUYUH PADJADJARAN GENERASI KE-6

    DEBBY MARGARETTHA
    ABSTRAK
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama simpan telur
    terhadap bobot tetas dan quail quality puyuh Padjadjaran generasi ke-6. Penelitian
    telah dilaksanakan pada bulan Januari – Februari 2019 di Pusat Pembibitan Puyuh
    dan Laboratorium Produksi Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas
    Padjadjaran. Objek penelitian adalah telur puyuh Padjadjaran yang berasal dari induk
    berumur 14 minggu, serta DOQ dari telur yang menetas. Penelitian dilakukan secara
    eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok subsampling. Perlakuan
    terdiri dari lama simpan 1 hari (P1), 5 hari (P2), 9 hari (P3), dan 13 hari (P4), serta
    kelompok bobot telur yaitu K1 (9,5-10,5) g, K2 (10,6-11,5) g, dan K3 (11,6-12,5) g.
    Setiap perlakuan dalam kelompok diulang sebanyak enam kali, setiap ulangan dalam
    satu kelompok diisi dengan 10 telur puyuh Padjadjaran, sehingga total telur yang
    dibutuhkan sebanyak 720 butir dan mesin tetas yang digunakan sebanyak 24 buah.
    Peubah yang diamati meliputi bobot tetas dan quail quality. Data dianalisis dengan
    analisis ragam dan untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dilakukan uji Duncan.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot tetas tidak dipengaruhi oleh lama simpan
    telur. Setiap perlakuan menghasilkan bobot tetas 7,68 g (P1), 7,67 g (P2), 7, 46 g
    (P3), dan 7,52 g (P4). Penyimpanan telur selama 5 hari (P2) pada temperatur ruang
    menghasilkan quail quality yang baik pada puyuh Padjadjaran yaitu sebesar 93,5%.

    Kata Kunci: telur puyuh Padjadjaran, lama simpan, bobot tetas, quail quality
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi