Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pengembangan kelembangan peternakan sapi potong di Wilayah Pesisir Kabupaten Bantul Provinsi D.I. Yogyakarta


PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETERNAKAN SAPI POTONG
DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL
PROVINSI D.I. YOGYAKARTA


  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    THS00334636.209 598 272 Wij p ThsPerpustakaan Fakultas PeternakanTersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Peternakan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    636.209 598 272 Wij p Ths
    Penerbit Program Pascasarjana Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 156 hal.: ilus.; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    636.209 598 272
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PETERNAKAN SAPI POTONG
    DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN BANTUL
    PROVINSI D.I. YOGYAKARTA


    ABSTRAK

    Kelembagaan peternakan mempunyai peran penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan peternakan sapi potong di pedesaan, termasuk desa-desa di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengidentifikasi potensi daya dukung dan kelembagaan peternakan sapi potong di wilayah pesisir. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus sampai dengan oktober 2018, dengan metode analisis deskriptif kualitatif berdasarkan fenomena di lapangan. Jumlah informan sebanyak 23 orang. Potensi daya dukung ditentukan berdasarkan perhitungan Daya Dukung Hijauan Pakan (DDHP) dan nilai Kapasitas Peningkatan Populasi Ternak Ruminansia (KPPTR).Potensi kelembagaan dikaji dari kelompok ternak sapi potong dan program Upsus Siwab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DDHP dan KPPTR menujukkan Desa Srigading dan Gadingsari memiliki potensi untuk penambahan populasi ternak ruminansia. Kelompok ternak mempunyai potensi yang mendukung pengembangan peternakan sapi potong dilihat dari jumlah kelompok dan anggota. Fungsi kelompok sebagai tempat pembelajaran, wahana kerjasama dan unit produksi sudah ada di wilayah penelitian, walaupun mengalami penurunan partisipasi anggota kelompok dalam pertemuan kelompok. Program Upsus Siwab sudah memenuhi unsur-unsur pembangunan lembaga sesuai teori Pembangunan Lembaga Esman (1986), yang terdiri dari kepemimpinan, doktrin, program, sumberdaya dan struktur intern. Sumberdaya manusia terutama petugas teknis di lapangan dan penyuluh peternakan belum mencukupi. Strategi yang dilakukan dalam mendukung pengembangan peternakan sapi potong adalah melakukan pembinaan kelompok ternak yang ada agar dapat menjalankan fungsinya, sehingga akan terbentuk kelompok ternak mandiri yang mampu memanfaatkan sumberdaya peternakan wilayah pesisir.

    Kata Kunci: Kelembagaan peternakan sapi potong, Wilayah pesisir, Kelompok
    ternak,Upsus Siwab, Pembangunan lembaga.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi