Detail Cantuman

Image of Penempatan Pejabat Struktural Eselon III Dan eselon IV Di Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

 

Penempatan Pejabat Struktural Eselon III Dan eselon IV Di Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung


Permasalahan penelitian -ini adalah adanya penempatan pejabat struktural eselon
III dan IV di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    0203Perpustakaan PusatTersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    300 Tri p/R.17.7.2
    Penerbit Program Pascasarjana Program Doktor Ilmu Administrasi Publik UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x,;224 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    300 Tri p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Permasalahan penelitian -ini adalah adanya penempatan pejabat struktural eselon
    III dan IV di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang belum sesuai
    dengan ketentuan yang dipersyaratkan.

    Permasalahan tersebut dianalisis dengan pendekatan penelitian kualitatif, dengan
    mengacu pada kerangka teori dan peraturan yang ada. Sesuai dengan teori dan
    peraturan yang ada maka analisis penempatan pejabat struktural ini dianalisis
    berdasarkan faktor-faktor: 1) impersonal, 2) keterbukaan, 3) senioritas dalam
    kepangkatan, 4) Usia, 5) pendidikan, dan 6) pengalaman. Adapun intrumen pada
    penelitian ini adalah peneliti sendiri yang mengamati dan melakukan wawancara
    dengan beberapa informan yang teridiri dari Pimpinan SKPD, Tim Baperjakat,
    Pegawai yang mengikuti seleksi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa penempatan pejabat struktural eselon III
    dan IV masih belum sepenuhnya mengacu kepada ketentuan yang telah
    ditentukan. Dalam pelaksanaanya masih ada penyimpangan yang bermuara dari
    adanya pelanggaran dalam faktor impersonal dan ketiadaan keterbukaan.
    Pengusulan dan pembahasan di Tim Baperjakat dalam penempatan pejabat
    struktural lebih mengedepankan faktor lain diluar keenam faktor yang seharusnya
    dipertimbangkan .

    . Penyimpangan ini diperkuat oleh kekuasaan para pengambil keputusan dalam
    proses penempatan pegawai yang tidak sejalan atau tidak in-line dengan
    kewenangan (authority) yang secara formal di embannya. Ketidak seimbangan
    atau ketidak sejalanan ini menyebabkan kekuasaan yang melekat pada personal
    pejabat menyimpang dari kewenangan formal jabatan yang diemban oleh pejabat
    tersebut. Kondisi ini biasanya terjadi pada lingkungan organisasi yang belum
    sepenuhnya menjalankan sistem organisasi yang berbasis merit system atau
    tatakelola yang baik (good governance).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi