
Thesis
Studi In Vitro Pengaruh Low-level Laser Therapy terhadap Jumlah Koloni Candida albicans Isolat Pasien Kanker Kepala dan Leher yang Menjalani Radioterapi
ABSTRAK
Radioterapi merupakan salah satu tatalaksana kanker kepala dan leher (KKL) yang
dapat menyebabkan kerusakan membran basal ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th - 1021 617.63 Has S Sekeloa (IPM) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.63 Has SPenerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xv. 90 hlm; ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160721200003Klasifikasi 617.63Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Novia Tri Hasanah (Author) -
ABSTRAK
Radioterapi merupakan salah satu tatalaksana kanker kepala dan leher (KKL) yang
dapat menyebabkan kerusakan membran basal mukosa oral diikuti dengan
peningkatan kolonisasi Candida spp. termasuk Candida albicans sebagai fungi
yang paling sering ditemukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan
jumlah koloni C. albicans pada isolat pasien KKL yang menjalani radioterapi
dengan dosis lebih dari 30 Gy di antara kelompok tanpa perlakuan, kelompok
nystatin, kelompok low-level laser therapy (LLLT) dosis 5 J/cm2
, dan kelompok
LLLT dosis 10 J/cm2 secara in vitro. Penelitian ini merupakan penelitian
eksperimental semu dengan jumlah sampel sebelas isolat C. albicans yang berasal
dari saliva pasien KKL yang menjalani radioterapi dengan dosis lebih dari 30 Gy.
Kelompok kontrol negatif tanpa perlakuan dan kontrol positif menggunakan
nystatin selama 30 detik. Kelompok perlakuan yaitu LLLT panjang gelombang 976
nm, daya 0,1 W, dosis 5 J/cm2
, continuous mode, dan waktu paparan dua kali (50
detik) serta LLLT panjang gelombang 976 nm, daya 0,2 W, dosis 10 J/cm2
,
continuous mode, dan waktu paparan dua kali (50 detik). Pengujian dilakukan
terhadap inokulum C. albicans setara suspensi 0,5 McFarland pada 96-well plate.
Inokulum dari semua kelompok uji dilakukan kultur pada Sabouraud Dextrose
Agar dan jumlah koloni dihitung dalam satuan 104 CFU/ml. Nystatin
mengeliminiasi seluruh koloni (p-value < 0,05), sedangkan LLLT dosis 5 J/cm2
dan
10 J/cm2 menurunkan jumlah koloni dengan persentase 7,01% dan 10,94% namun
tidak signifikan secara statistik (p-value > 0,05). LLLT dapat menurunkan jumlah
koloni C. albicans secara in vitro sehingga dapat menjadi pilihan terapi tambahan
bagi pasien KKL yang mengalami komplikasi oral khususnya kandidiasis oral
akibat radioterapi.
Kata kunci: Fungi, kanker kepala dan leher, laser, radioterapi
v
ABSTRACT
Radiotherapy is one of the treatments for head and neck cancer (HNC) which can
cause damage to the basement membrane of the oral mucosa followed by increased
colonization of Candida spp. including Candida albicans as the most common
fungal species. The purpose of this study was to analyze the differences in the
number of C. albicans colonies in HNC patient isolates undergoing radiotherapy
between the untreated group, the nystatin group, the 5 J/cm2 LLLT group, and the
10 J/cm2 LLLT group (in vitro). This study was a quasi-experimental study with a
total sample of eleven C. albicans isolates derived from the saliva of HNC patients
undergoing radiotherapy more than 30 Gy. The control group consisted of negative
control and positive control using nystatin for 30 seconds. The treatment group was
LLLT with wavelength 976 nm, 0.1 W, 5 J/cm2
, continuous mode, and double
exposure time (50 seconds) and LLLT with wavelength 976 nm, 0.2 W, 10 J/cm2
,
continuous mode, and double exposure time (50 seconds). Tests were performed on
C. albicans inoculum equivalent to 0.5 McFarland suspension on 96-well plates.
Inoculums from all test groups were cultured on Sabouraud Dextrose Agar and the
number of colonies was counted in units of 104 CFU/ml. Nystatin eliminated whole
colonies (p-value
0.05). LLLT can reduce the number of C. albicans colonies in vitro so that it may
be an additional therapeutic option for HNC patients who experience oral
complications, especially oral candidiasis due to radiotherapy.
Keywords: Fungi, head and neck cancer, laser, radiotherapy -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






