Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Komponene Oral Frailty yang Paling Berperan Terhadap Kejadian Malnutrisi Pada Lansia Dengan Oral Frailty di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung


ABSTRAK
Oral frailty merupakan serangkaian fenomena dan proses yang mengarah pada
perubahan berbagai kondisi rongga mulut terkait ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th - 1022617.63 Ros KSekeloa (IPM)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Ros K
    Penerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiv. 102 hlm; ilus ; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160721200004
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Oral frailty merupakan serangkaian fenomena dan proses yang mengarah pada
    perubahan berbagai kondisi rongga mulut terkait penuaan dan disertai dengan
    penurunan minat terhadap kesehatan rongga mulut. Oral frailty erat hubungannya
    dengan malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor oral
    frailty yang paling berperan terhadap kejadian malnutrisi pada pasien lansia di
    Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Komponen oral frailty
    yang diteliti yaitu jumlah gigi, penyakit periodontal, serostomia, lesi oral, dan
    disfagia. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pengambilan data primer
    dan pendekatan studi secara potong lintang. Populasi penelitian adalah pasien lansia
    di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan Mei hingga
    Juni 2023. Penelitian ini dilakukan pada 103 pasien. Data dianalisis menggunakan
    analisis bivariat kai kuadrat untuk melihat faktor oral frailty yang berperan pada
    kejadian malnutrisi kemudian dilakukan analisis multivariat regresi logistik untuk
    melihat faktor yang paling berperan. Hasil analisis bivariat menunjukkan faktor
    yang berperan pada kejadian malnutrisi yaitu lansia dengan jumlah gigi kurang,
    serostomia, dan lesi oral. Analisis multivariat menunjukkan bahwa serostomia
    merupakan faktor paling berperan pada kejadian malnutrisi (OR: 4,28, 95% CI: 1.57
    – 16.23, p = 0,015). Simpulan: Serostomia merupakan faktor yang paling berperan
    dalam kejadian malnutrisi pada lansia. Lansia dengan serostomia mempunyai risiko
    4 kali untuk mengalami malnutrisi. Skrining serostomia pada lansia sebaiknya
    dilakukan dan lansia dengan serostomia agar diberikan perhatian khusus.
    Kata Kunci: Malnutrisi, Oral frailty, Serostomia
    v
    ABSTRACT
    Oral frailty is a series of phenomena and processes that lead to changes in various
    oral conditions related to aging and are accompanied by a decrease in interest in
    oral health. Oral frailty is closely related to malnutrition. This study aimed to
    analyze the factors of oral frailty that most contribute to the incidence of
    malnutrition in elderly Inpatients at RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. This
    research is analytical research with primary data collection and a cross-sectional
    study approach. The study population was elderly Inpatient at RSUP Dr. Hasan
    Sadikin Bandung from May to June 2023. Oral frailty factors studied in this study
    were number of teeth, periodontal diseases, xerostomia, oral lesions, and
    dysphagia. This research was conducted on 103 patients. Data were analyzed using
    bivariate chi-square analysis to see the factors of oral frailty that play a role in the
    incidence of malnutrition and then multivariate logistic regression analysis was
    performed to see the factors that had the most important role. The results of the
    bivariate analysis showed that the factors that play a role in the incidence of
    malnutrition are the elderly with few teeth, xerostomia, and oral lesions.
    Multivariate analysis showed that xerostomia was the most important factor in
    malnutrition (OR: 4.28, 95% CI: 1.57 – 16.23, p = 0.015). Conclusion: Xerostomia
    is the most important factor in the occurrence of malnutrition in the elderly. The
    elderly with xerostomia had 4 times the risk of experiencing malnutrition.
    Xerostomia screening in the elderly should be carried out and the elderly with
    xerostomia should be given special attention.
    Keywords: Malnutrition, Oral frailty, Xerostomia
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi