Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Efektivitas Low Level Laser Therapy (LLLT) Terhadap Pencegahan Terjadinya Mukositis Oral Pada Pasien Kanker Kepala Leher yang Menjalani Radioterapi dan/atau Kemoradioterapi


ABSTRAK
Radioterapi dan/atau kemoradioterapi merupakan salah satu tatalaksana
pada pasien kanker kepala dan leher (KKL) yang memberikan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th - 1024617.63 Hap ESekeloa (IPM)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Hap E
    Penerbit PPDGS IPM FKG UNPAD : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiii. 97 hlm; ilus ; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160721200006
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Radioterapi dan/atau kemoradioterapi merupakan salah satu tatalaksana
    pada pasien kanker kepala dan leher (KKL) yang memberikan efek samping berupa
    peradangan dan kerusakan jaringan rongga mulut sehingga menyebabkan mukositis
    oral. Low level laser therapy (LLLT) diketahui dapat meningkatkan berbagai
    mediator biologis yang berperan dalam mengurangi efek kerusakan tersebut.
    Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kejadian mukositis oral dan
    tingkat rasa nyeri pada pasien KKL yang mendapatkan tatalaksana radioterapi
    dan/atau kemoradioterapi dengan LLLT dan tanpa LLLT pada dosis radioterapi 10
    Gy, 30 Gy dan 60 Gy. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental klinis
    dengan jumlah sampel 42 pasien KKL yang sedang menjalani radioterapi dan atau
    kemoradioterapi > 30 Gy, terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok LLLT
    (dengan perlakuan LLLT) dan kelompok kontrol (tanpa perlakuan LLLT).
    Penelitian ini menggunakan laser Diode dengan λ 976 nm, daya 1 W, dosis 3 J/cm2
    ,
    continuous mode, dan waktu paparan 1,5 detik yang diberikan setiap 3x/minggu.
    Penilaian dilakukan berdasarkan munculnya mukositis oral menggunakan kriteria
    Radiation Therapy Oncology Group (RTOG) dan rasa nyeri dinilai dengan
    menggunakan metode Visual Analog Scale (VAS). Perkembangan mukositis oral
    dan rasa nyeri pada kelompok LLLT menunjukan hasil yang lebih rendah dari pada
    kelompok kontrol dalam berbagai dosis radioterapi. Pada dosis radioterapi 10 Gy,
    mayoritas subjek kelompok LLLT tidak mengalami mukositis oral yaitu sebanyak
    95,2%, sedangkan pada kelompok kontrol 57,1%. Dosis radioterapi 30 Gy,
    mayoritas subjek kelompok LLLT mengalami mukositis oral grade 1 sebanyak
    71,4%, sedangkan kelompok kontrol mayoritas mengalami mukositis oral grade 2
    sebesar 76,2%. Dosis radioterapi 60 Gy, mayoritas subjek kelompok LLLT
    mengalami mukositis oral grade 1 sebesar 66,7%, sedangkan pada kelompok
    kontrol mayoritas mengalami mukositis grade 3 sebesar 47,6%. Hasil tersebut
    menunjukan perbedaan yang signifikan dengan seluruh nilai p 30 Gy, it is divided into two groups, namely the LLLT group
    (with LLLT treatment) and the control group (without LLLT treatment). This study
    used a Diode laser with λ 976 nm, power 1 W, dose 3 J/cm2, continuous mode, and
    exposure time 1.5 seconds every 3x/week. The assessment was done based on the
    appearance of oral mucositis using the Radiation Therapy Oncology Group
    (RTOG) criteria and the pain was assessed using the Visual Analog Scale (VAS)
    method. The development of oral mucositis and pain in the LLLT group showed
    lower results than the control group in various doses of radiotherapy. At 10 Gy of
    radiotherapy dose, the majority of LLLT group subjects did not experience oral
    mucositis as much as 95.2%, while in the control group 57.1%. At 30 Gy of
    radiotherapy dose, the majority of LLLT group subjects experienced grade 1 oral
    mucositis as much as 71.4%, while the majority of the control group experienced
    grade 2 oral mucositis 76.2%. At 60 Gy of radiotherapy dose, the majority of LLLT
    group subjects experienced grade 1 oral mucositis as much as 66.7%, while in the
    control group the majority experienced grade 3 oral mucositis 47.6%. These results
    showed significant differences with a p-value
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi