
Thesis
Hubungan Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut dengan Sleep Disorder Breathing pada Penyandang Down Syndrome
Hubungan Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut dengan Sleep Disorder
Breathing pada Penyandang Down Syndrome
Vania Christiani
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th - 1009 617.64 Chr H Sekeloa (Kedokteran Gigi Anak) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.64 Chr HPenerbit PPDGS IKGA FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xv. 85 hlm; ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160421200002Klasifikasi 617.64Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Vania Christiani (Author) -
Hubungan Kebiasaan Bernapas Melalui Mulut dengan Sleep Disorder
Breathing pada Penyandang Down Syndrome
Vania Christiani
160421200002
ABSTRAK
Bernapas melalui mulut merupakan salah satu kebiasaan buruk yang umum
terjadi pada penyandang Down syndrome, merupakan salah satu gejala dari sleep
disorder breathing (SDB). SDB adalah gangguan tidur yang menyebabkan
pernapasan seseorang terhenti sementara selama beberapa kali saat sedang tidur.
SDB disebabkan karena penyempitan saluran napas atas dan mengakibatkan
gangguan ventilasi dan kualitas tidur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan antara kebiasaan bernapas melalui mulut dengan SDB pada
penyandang Down Syndrome.
Metode penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan Sleep
Questionnaire for Children with Down syndrome menurut penelitian Emma
Sanders, dkk. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling
dan didapatkan 33 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria
inklusi penelitian ini adalah penyandang Down syndrome dengan usia 2-17 tahun
dan orang tua penyandang Down syndrome yang bersedia menandatangani
informed concent sebagai persetujuan mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi pada
penelitian ini adalah penyandang Down syndrome yang tidak kooperatif, orang tua
penyandang Down syndrome yang tidak mengisi kuisioner dengan lengkap, dan
0rang tua yang memiliki keterbatasan khusus untuk mengisi kuisioner seperti
keterbatasan fisik dan mental. Data diuji secara statistik menggunakan uji Ekstrak
Fisher.
Hasil penelitian menunjukkan persentase penyandang Down syndrome yang
bernapas melalui mulut 27,3% dan penyandang Down syndrome yang mengalami
SDB 42,4%. Penelitian dari 14 anak menunjukkan SDB sejumlah 4 orang anak
memiliki kebiasaan bernapas melalui mulut dengan p-value = 1,0.
Simpulan penelitian adalah tidak terdapat hubungan antara kebiasaan bernapas
melalui mulut dengan SDB.
Kata kunci: bernapas melalui mulut, sleep disorder breathing, Down syndrome
Correlation between Mouth Breathing and Sleep Disorder Breathing in Children
with Down Syndrome
Vania Christiani
160421200002
ABSTRACT
Mouth breathing is a bad habit that is common in children with Down syndrome,
which is one of the symptoms of sleep disorder breathing (SDB). SDB is a sleep
disorder that causes a person's breathing to temporarily stop several times during
sleep. SDB is caused by the narrowing of the upper airways and results in impaired
ventilation and poor sleep quality. This study aims to analyze the relationship
between the habit of breathing through the mouth and SDB in children with Down
syndrome.
The research method is analytic observational using the Sleep Questionnaire
for Children with Down Syndrome according to research by Emma Sanders, et al.
The sampling technique was carried out by consecutive sampling and obtained 33
samples that met the inclusion and exclusion criteria. Inclusion criteria are as
follows people with Down syndrome aged 2-17 years and parents with Down
syndrome who are willing to sign informed consent as consent to participate in the
study. The exclusion criteria in this study were people with Down syndrome who
are not cooperative, parents with Down syndrome who did not fill out the
questionnaire completely, and parents who have special limitations fill out
questionnaires such as physical and mental limitations. The data were tested
statistically using the Ekstrak-Fisher test.
The results showed that 27.3% of children with Down syndrome have mouth
breathing and 42,4% have SDB. A study of 14 children who experience SDB showed
that 4 children have mouth breathing with a p-value = 1,0.
This study concludes that there is no relationship between the habit of breathing
through the mouth and SDB.
Keywords: mouth breathing, sleep disorder breathing, Down syndrome -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






