Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Tingkat Penggunaan Obat dan Pelayanan Kefarmasian Berdasarkan Indikator Standar World Health Organization (WHO) di Puskesmas Wilayah Bojonegara dan Karees Kota Bandung


Puskesmas merupakan tempat pengunaan obat dan pelayanan pasien di masyarakat yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021131000126Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2936
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2936
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Puskesmas merupakan tempat pengunaan obat dan pelayanan pasien di masyarakat yang terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan obat dan pelayanan kefarmasian berdasarkan standar World Health Organization (WHO) di Puskesmas wilayah Bojonegara dan Karees Kota Bandung. Penelitian dilakukan dengan observasional deskriptif, pengambilan data dilakukan dengan metode retrospektif untuk indikator peresepan dan prospektif untuk indikator pelayanan pasien dan fasilitas kesehatan, pengolahan data, interpretasi hasil. Penyajian data penelitian melalui deskriptif non eksperimental, tabel, dan grafik. Berdasarkan hasil penelitian dengan indikator peresepan di dapat jumlah rata-rata obat per resep 3,21 obat per resep, penggunaan antibiotik secara berlebihan sebesar 36,74 %, tidak ada sediaan injeksi dalam resep, persentase obat dengan nama generik sebesar 90,6 %, persentase obat yang diresepkan dari Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN) sebesar 78,3 %. Hasil indikator Pelayanan pasien diperoleh rata-rata waktu konsultasi selama 3 menit 35 detik, rata- rata waktu dispensing selama 12,7 detik, persentase obat yang diberikan ke pasien sebesar 99,7 %, persentase obat yang di beri label secara tepat yaitu 0 %, persentase pengetahuan pasien atau pasien yang paham akan cara penggunaan obat sebesar 61,4 %. Dari hasil penelitian dengan indikator fasilitas kesehatan diperoleh hasil bahwa ada satu Puskesmas yang memiliki salinan DOEN, dan ketersediaan keydrugs sebesar 89,4 %. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan indikator peresepan, pelayanan pasien dan fasilitas kesehatan masih belum sesuai dengan standar WHO sehingga memerlukan peningkatan kualitas penggunaan obat dan pelayanan kefarmasian.
    Kata Kunci : Puskesmas, Peresepan dan Pelayanan Kefarmasian
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi