
Thesis
Akurasi Penempatan Implan Gigi Menggunakan Surgical Guide yang Berasal dari CBCT 3D
AKURASI PENEMPATAN IMPLAN GIGI MENGGUNAKAN
SURGICAL GUIDE BERDASARKAN CBCT 3D
Dimas Satria Putra1
, Farina Pramanik1
, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th - 983 616.0757 Put A Sekeloa (Radiologi) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 616.0757 Put APenerbit PPDGS Radiologi Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik iv, 20 hlm; ilus ; 29x21 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160821200003Klasifikasi 616.0757Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dimas Satria Putra (Author) -
AKURASI PENEMPATAN IMPLAN GIGI MENGGUNAKAN
SURGICAL GUIDE BERDASARKAN CBCT 3D
Dimas Satria Putra1
, Farina Pramanik1
, Azhari1*
1 Departemen Radiologi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran, Bandung
Indonesia
Email korespondensi ke: azhari@mail.unpad.ac.id
ABSTRACT
Pendahuluan: Penempatan implan gigi dengan teknik tangan bebas menyebabkan penyimpangan penempatan
yang tinggi. Dengan pengembangan CBCT 3D, operator dapat melakukan perawatan implan menggunakan sistem
yang dipandu penuh yang menghasilkan panduan bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keakuratan
penempatan implan gigi menggunakan panduan bedah dan keandalan panduan bedah yang dihasilkan dari 3D
CBCT.
Metode: Data perencanaan bedah virtual implan gigi ditumpangkan dengan data CBCT 3D pasca operasi.
Pengukuran sudut dan kedalaman dilakukan untuk menemukan penyimpangan. Setelah itu, dilakukan uji t-test
berpasangan dan uji kesalahan RMS.
Hasil: Hasil uji statistik perbandingan antara posisi implan gigi yang direncanakan dan dipasang tidak
menunjukkan deviasi yang signifikan 0,698 & 0,70 pada deviasi sudut, & 0,205 pada deviasi kedalaman. Hasil
tes RMSE 0,075 & 0,05 pada deviasi sudut & 0,003 antara implan gigi yang direncanakan dan dipasang.
Pembahasan: Pengujian statistik menunjukkan adanya penyimpangan dari rencana pemasangan implan gigi,
namun tidak ada perubahan yang signifikan sehingga hasil pengukuran rata-rata penyimpangan masih dalam batas
aman. Hasil uji RMSE mendekati angka hipotetik (0) dan menunjukkan akurasi yang baik.
Kesimpulan: Penyimpangan yang ditemukan pada penelitian ini disebabkan oleh tidak adanya selongsong logam
dan pengalaman operator dalam menggunakan panduan bedah, namun penyimpangan tersebut masih dalam batas
aman dan penggunaan panduan bedah yang berasal dari CBCT 3D dapat diandalkan dan dapat meningkatkan
akurasi dalam perawatan implan gigi.
Kata kunci:
Akurasi; Perencanaan Bedah Virtual; Panduan Bedah Implan Gigi; CBCT 3D; Pencetakan 3D -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






