
Thesis
PERBANDINGAN TIGA JENIS MATA BUR TERHADAP NILAI TARTRATE-RESISTANT ACID PHOSPHATASE (TRAP) SALIVA PADA PASIEN ODONTEKTOMI MOLAR TIGA MANDIBULA
PERBANDINGAN TIGA JENIS MATA BUR TERHADAP NILAI
TARTRATE-RESISTANT ACID PHOSPHATASE (TRAP)
SALIVA PADA PASIEN ODONTEKTOMI
MOLAR ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th - 972 617.605 Hut P Sekeloa (Bedah Mulut) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.605 Hut PPenerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xv, 90 hlm; ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160121190003Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab MITRA RISWANDA HUTABARAT (Author) -
PERBANDINGAN TIGA JENIS MATA BUR TERHADAP NILAI
TARTRATE-RESISTANT ACID PHOSPHATASE (TRAP)
SALIVA PADA PASIEN ODONTEKTOMI
MOLAR TIGA MANDIBULA
ABSTRAK
Pendahuluan: Pengangkatan gigi terpendam impaksi molar tiga rahang bawah
merupakan tindakan yang umum dilakukan oleh bedah mulut. Prosedur
odontektomi memiliki tingkat kesulitan berdasarkan Pederson mulai dari ringan
hingga berat yang mempengaruhi penyembuhan pasca operasi. Salah satu prosedur
dalam odontektomi adalah pembuangan tulang dengan instrumen putar.
Penggunaan bur pada odontektomi akan menghasilkan panas dan dapat
menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak dan osteonecrosis. Tingkat
penyembuhan pada tulang alveolar dipengaruhi oleh seberapa besar trauma atau
pembuangan tulang yang dilakukan pada saat odontektomi. Kemampuan bur
bergantung kepada bahan penyusun dari bur dan dalam menghasilkan panas saat
digunakan. Material yang mudah menghasilkan panas akan memiliki kerentanan
dalam penggunaannya seperti, lebih cepat tumpul, lebih banyak merusak jaringan,
lebih mudah patah, dan membutuhkan waktu lebih lama dalam pengerjaannya.
Teknik pembuangan tulang alveolar pada odontektomi akan membuat tartrateresitant acid phosphatase muncul dan meningkat. TRAP adalah enzim yang
dilepaskan akibat aktivasi osteoklas, termasuk didalamnya produk dari degradasi
tulang yang menunjukkan proses resorpsi tulang. Tujuan: membandingkan tiga
jenis mata bur dalam tindakan odontektomi molar 3 mandibula pada nilai TRAP
saliva sebelum dan sesudah odontektomi. Metode: Penelitian dilakukan pada 30
pasien dengan kasus impaksi molar ketiga mandibula yang dilakukan odontektomi
dalam anestesi lokal di Poli Bedah Minor Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM)
Universitas Padjadjaran. Subjek pada penelitian ini adalah pasien yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan saliva sebelum dan setelah tindakan
odontektomi, kemudian diukur TRAP saliva dan dibandingkan sebelum dan
sesudahnya. Data yang terkumpul kemudian diuji dengan T-test pair dan Anova.
Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan signifikan pada nilai
TRAP saliva sebelum dan sesudah odontektomi pada penggunaan bur SS, DB, dan
TC, namun perbandingan antara bur DB dan TC tidak menunjukkan hasil yang
signifikan. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan
mata bur TC dan DB menghasilkan nilai TRAP dengan perbedaan yang minimal
yang menunjukkan kerusakan tulang yang minimal, sedangkan penggunaan mata
bur SS menunjukkan nilai perbedaan yang signifikan yang berarti kerusakan tulang
yang banyak
Kata Kunci: Odontektomi, TRAP saliva, Stainless steel bur, Tungsten Carbide
bur, Diamond bur
COMPARISON OF THREE BUR TYPES TO THE VALUES OF TARTRATERESISTANT ACID PHOSPHATASE (TRAP)
SALIVA IN ODONTECTOMIC MOLAR
MANDIBLE PATIENTS
ABSTRACT
Introduction: Removal of impacted mandibular third molars is a common procedure
performed by oral surgeons. The odontectomy procedure has a level of difficulty based
on Pederson ranging from mild to severe which affects postoperative healing. One of
the procedures in odontectomy is the removal of bone with a rotary tool. The use of
burs in odontectomy will generate heat and can cause soft tissue damage and
osteonecrosis. The healing rate of the alveolar bone is affected by how much trauma
or bone removal is done during the odontectomy. The ability of the bur depends on the
material the bur is made of and in generating heat when in use. Materials that easily
generate heat will have weaknesses in their use, such as blunting faster, more tissue
being damaged, breaking more easily, and requiring longer processing time. The
alveolar bone removal technique in odontectomy will make tartaric acid phosphatase
appear and increase. TRAP is an enzyme released due to osteoclast activation,
including the product of bone degradation which indicates the process of bone
resorption. Objective: to compare three types of burs in mandibular 3rd molar
odontectomy on salivary TRAP values before and after odontectomy. Methods: The
study was conducted on 30 patients with impacted mandibular third molars who
underwent odontectomy under local anesthesia at the Dental and Oral Hospital
(RSGM) Minor Surgery Clinic, Padjadjaran University. Subjects in this study were
patients who met the selection and exclusion criteria. Saliva was collected before and
after the odontectomy procedure, then TRAP saliva was measured and compared
before and after. The collected data was then tested with a paired T-test and Anova.
Results: The results of this study showed that there was a significant change in the
salivary TRAP values before and after odontectomy when using SS, DB, and TC burs,
but the comparison between DB and TC burs did not show significant results.
Conclusion: The results of this study indicate that the use of TC and DB burs produces
a TRAP value with minimal difference which indicates minimal bone damage, while
the use of SS burs shows a significant difference value which means a lot of bone
damage.
Keywords: Odontectomy, TRAP saliva, Stainless steel bur, Tungsten Carbide bur,
Diamond bur -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






