Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

PERBEDAAN KADAR PROSTAGLANDIN E2 SALIVA DAN KRITERIA INDIKATOR KLINIS ANTARA SUBJEK YANG MENDAPATKAN TERAPI STANDAR DENGAN YANG MENDAPATKAN VITAMIN D SEBAGAI TERAPI ADJUVAN PASCA ODONTEKTOMI MOLAR K


PERBEDAAN KADAR PROSTAGLANDIN E2 SALIVA DAN
KRITERIA INDIKATOR KLINIS ANTARA SUBJEK YANG
MENDAPATKAN TERAPI STANDAR DENGAN YANG

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th - 973617,605 Akm PSekeloa (Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617,605 Akm P
    Penerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 98 hlm; ilus ; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160121190004
    Klasifikasi
    617,605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PERBEDAAN KADAR PROSTAGLANDIN E2 SALIVA DAN
    KRITERIA INDIKATOR KLINIS ANTARA SUBJEK YANG
    MENDAPATKAN TERAPI STANDAR DENGAN YANG
    MENDAPATKAN VITAMIN D SEBAGAI TERAPI
    ADJUVAN PASCA ODONTEKTOMI
    MOLAR KETIGA MANDIBULA
    ABSTRAK
    Pendahuluan: Prosedur odontektomi mengakibatkan cedera jaringan pasca
    operasi yang mengakibatkan respon inflamasi (pembengkakan, nyeri dan
    keterbatasan membuka mulut) yang dapat menurunkan kualitas hidup subjek.
    Kadar vitamin D (25OHD) didalam tubuh memiliki peran dalam kondisi
    inflamasi. Pemberian terapi adjuvan vitamin D (terapi standar kombinasi dengan
    suplementasi vitamin D) pasca odontektomi molar ketiga mandibula dapat
    meningkatkan efikasi obat standar dalam mengurangi inflamasi. Tujuan:
    Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa perbedaan pembengkakan, bukaan
    mulut, nyeri dan kadar PGE2 saliva antara kelompok terapi standar dengan
    kelompok terapi adjuvan vitamin D pasca odontektomi molar ketiga mandibula.
    Metode: Penelitian dilakukan pada subjek yang telah dilakukan tindakan
    odontektomi molar ketiga mandibula, yang dibagi menjadi dua kelompok (terapi
    standar dan terapi adjuvan vitamin D). Kedua kelompok dilakukan pengukuran
    pembengkakan wajah, skor nyeri, dan bukaan mulut sebelum operasi, 24 jam dan
    168 jam pasca operasi. Pengambilan sampel saliva untuk mengukur kadar PGE2
    dilakukan sebelum operasi dan 24 jam pasca operasi. Hasil: Hasil penelitian dari
    93 orang didapatkan hasil perbedaan yang signifikan secara statistik pada
    pembengkakan wajah (p=0,008
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi