
Text
Pengembangan Biosensor Asam Urat Berbasis Polyaniline (PANI) dan Poly (Allylamine) (PAA) Untuk Penentuan Kadar Asam Urat
Biosensor asam urat telah banyak dikembangkan dengan melakukan imobilisasi enzim uricase ke dalam membran polimer konduktif seperti polianilin (PANI) ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021131000109 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2912Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2013 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2912Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Biosensor asam urat telah banyak dikembangkan dengan melakukan imobilisasi enzim uricase ke dalam membran polimer konduktif seperti polianilin (PANI) dan membran polielekrolit seperti polialilamin (PAA). Namun, penggabungan keduanya sebagai matriks biosensor asam urat belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat biosensor yang selektif dalam mengukur asam urat menggunakan kombinasi polimer PANI dan PAA. Biosensor asam urat dibuat dengan mengimobilisasikan enzim uricase pada polimer PANI dengan bantuan glutaraldehid sebagai cross-linker. Elektropolimerisasi PANI dilakukan dengan mencelupkan kawat Pt ke dalam larutan anilin dalam H2SO4. Penempelan PAA dilakukan dengan mencelupkan elektroda ke dalam larutan PAA dan larutan uricase secara bergantian masing-masing 30 menit sebanyak 10 lapis hingga diperoleh elektroda kerja "Pt|PANI|UOx(PAA/UOx)10". Biosensor yang dihasilkan memiliki linieritas yang baik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,993. Hasil pengujian menunjukkan bahwa PANI dan PAA dapat digunakan sebagai matriks biosensor asam urat yang selektif dan memiliki linieritas yang baik.
Kata kunci: Biosensor, Asam urat, Uricase, PANI, PAA, Elektropolimerisasi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






