
Thesis
HUBUNGAN KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR (VEGF) SALIVA DENGAN GAMBARAN KLINIS JARINGAN PARUT PADA PASIEN PASCA OPERASI LABIOPLASTI
HUBUNGAN KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR
(VEGF) SALIVA DENGAN GAMBARAN KLINIS
JARINGAN PARUT PADA PASIEN PASCA
OPERASI ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan TH 978 617.605 Lak H Sekeloa (Bedah Mulut dan Maksilofasial) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.605 Lak HPenerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN 160121190011Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Niken Laksmitarani (Author) -
HUBUNGAN KADAR VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH FACTOR
(VEGF) SALIVA DENGAN GAMBARAN KLINIS
JARINGAN PARUT PADA PASIEN PASCA
OPERASI LABIOPLASTI
ABSTRAK
Pendahuluan: Jaringan parut pada labioplasti adalah hasil yang tak dapat
dihindarkan dari luka operasi. Jaringan parut ini dapat menimbulkan masalah secara
fungsional, kosmetik dan psikologis Penilaian objektif memberikan pengukuran
kuantitatif pada jaringan parut, sedangkan penilaian subjektif bergantung pada
penilaian pengamat. Skala yang digunakan untuk mengevaluasi berbagai tipe
jaringan parut salah satunya Vancouver Scar Scale (VSS). Penilaian objektif yang
digunakan pada penelitian ini adalah nilai Vascular endothelial growth factor
(VEGF) yang diketahui sebagai mediator angiogenensis yang mempromosi
penyembuhan luka kutan dan merangsang pembentukan jaringan parut. Tujuan:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa korelasi antara nilai kadar VEGF saliva
pada hari ke 21 dengan gambaran klinis jaringan parut pada pasien pasca operasi
labioplasti pada hari ke 90. Metode: Penelitian dilakukan pada 36 pasien dengan
kasus celah bibir unilateral yang telah dilakukan operasi labioplasti di Rumah Sakit
Gigi dan Mulut Pendidikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.
Subjek pada penelitian ini adalah pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pemilihan
subjek penelitian untuk kelompok uji dilakukan secara acak. Setelah di lakukan
tindakan labioplasti, di lakukan pengukuran kadar VEGF pada hari ke 21,
selanjutnya dilakukan penilaian gambaran klinis jaringan parut dengan VSS pada
hari ke 90. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank
Spearman. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat dan
bermakna secara statistik antara kadar VEGF dengan gambaran klinis jaringan
parut. Nilai koefisien korelasi antara VEGF dan gambaran klinis jaringan parut
sebesar r=0.804 (p=0.001).
Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara nilai VEGF saliva
dengan gambaran klinis jaringan parut pada pasien pasca operasi labioplasti.
Kata kunci: Labioplasti, Jaringan Parut, VEGF, VSS
1
CORRELATION BETWEEN VASCULAR ENDOTHELIAL GROWTH
FACTOR (VEGF) SALIVA WITH CLINICAL FEATURES
OF SCAR TISSUE IN PATIENTS POST
LABIOPLASTI SURGERY
ABSTRACT
Introduction: Scar tissue in labioplasti is an unavoidable result of surgical scars.
This scar tissue can cause functional, cosmetic, and psychological problems. The
objective assessment provides a quantitative measure of scar tissue, whereas
subjective assessment depends on the judgment of the observer. One of the scales
used to evaluate various types of scar tissue is the Vancouver Scar Scale (VSS). The
objective assessment used in this study was the value of Vascular endothelial
growth factor (VEGF), which is known as an angiogenensis mediator that promotes
cutaneous wound healing and stimulates scar tissue formation. Purpose: This aim
of this study was to analyze the correlation between VEGF levels in salivary on
POD 21 and clinical features of scar tissue in post labioplasti surgery patients on
POD 90. Methods: The study was conducted on 36 patients with unilateral cleft
cases who had undergone labioplasti surgery at the Dental Hospital Padjadjaran
University. Subjects in this study were patients who met the inclusion criteria. The
selection of research subjects for the test group was done randomly. After the
labioplasti procedure, VEGF levels were measured on day 21, then the clinical
picture of scar tissue was assessed with VSS on day 90. The collected data were
analyzed using the Rank Spearman correlation test. Results: The results of this
study showed a strong and statistically significant correlation between VEGF levels
and clinical features of scar tissue. The correlation coefficient between VEGF and
the clinical appearance of scar tissue was r=0.804 (p=0.001). Conclusion: The
results of this study show that there is a correlation between the value of salivary
VEGF and the clinical appearance of scar tissue in patients after labioplasti
surgery.
Keywords: Labioplasti, Scar Tissue, VEGF, VSS -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






