
Thesis
Perbedaan Pola Agenesis Gigi Pasien Celah Bibir dan Celah Langit-langit Unilateral dan Bilateral Non Sindromik Pada Subjek Laki-laki dan Perempuan (Berdasarkan Pemeriksaan Radiografi Panoramik)
Perbedaan Pola Agenesis Gigi Pasien Celah Bibir dan Celah Langit-langit
Unilateral dan Bilateral Non Sindromik
Pada Subjek Laki-laki ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan TH 989 617.64 Int P Sekeloa (Ortodonti) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.64 Int PPenerbit PPDGS Ortodontk FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xxvi, 82 hlm, ilus; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160321190002Klasifikasi 617.64Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Ansila Dwi Nur Intan (Author) -
Perbedaan Pola Agenesis Gigi Pasien Celah Bibir dan Celah Langit-langit
Unilateral dan Bilateral Non Sindromik
Pada Subjek Laki-laki dan Perempuan
(Berdasarkan Pemeriksaan Radiografi Panoramik)
ABSTRAK
Pendahuluan: Celah bibir dan celah langit-langit non sindromik (CBLns) adalah
anomali struktural kongenital yang paling umum terjadi. CBLns tidak hanya
mempengaruhi perkembangan kraniofasial tetapi juga perkembangan
dentoalveolar, dan mempengaruhi odontogenesis. Anomali gigi yang paling sering
terjadi adalah agenesis gigi yang juga dikenal sebagai hipodonsia atau kehilangan
gigi kongenital. Pola dan jumlah agenesis gigi akan mempengaruhi rencana
perawatan ortodonti pada pasien CBLns. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat
apakah terdapat perbedaan pola dan persentase jenis agenesis gigi rahang atas pada
pasien CBLns unilateral dan bilateral non sindromik pada subjek laki-laki dan
perempuan berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik. Metode: Penelitian ini
adalah komparatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive
sampling untuk mengevaluasi radiograf panoramik di Klinik Program Pendidikan
Dokter Gigi Spesialis (PPDGS) Ortodonti Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas
Padjadjaran (RSGM UNPAD). Sampel radiograf sebanyak 66 radiograf panoramik
pasien CBLns, terdiri dari 50 radiograf pasien CBLns unilateral dan 16 radiograf
pasien CBLns bilateral. Setiap radiograf dilakukan tracing untuk menentukan gigi
yang agenesis. Analisis data dilakukan dengan uji z. Hasil: Total 66 radiograf
panoramik yang diperiksa, ditemukan kasus CBLns unilateral sejumlah 50
radiograf panoramik, dengan kasus pada perempuan sebanyak 27 radiograf
(40,90%) dan pada laki-laki 23 radiograf (38,84%). Kasus CBLns bilateral
sebanyak 15 radiograf panoramik, dengan kasus pada perempuan sebanyak 10
radiograf panoramik (15,14%) dan pada laki-laki 6 radiograf panoramik (9,09%).
Gigi insisif lateral baik pada perempuan (23,14%) dan laki-laki (19,83%) paling
banyak mengalami agenesis gigi dibandingkan dengan gigi lainnya, diikuti dengan
agenesis gigi premolar kedua pada perempuan (14,05%) dan laki-laki (4,13%).
Pasien CBLns unilateral memperlihatkan 15 pola agenesis gigi dan kasus CBLns
bilateral memperlihatkan 10 pola agenesis gigi. Simpulan: Pola dan jumlah
agenesis gigi rahang atas pasien CBLns unilateral dan bilateral non sindromik pada
laki-laki dan perempuan secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan.
Kata kunci: pola agenesis gigi, celah bibir dan celah langit-langit unilateral dan
bilateral non sindromik, radiografi panoramik
ix
Differences in Patterns of Dental Agenesis in Unilateral and Bilateral Non
Syndromic Cleft Lip and Palate Patients in Male and Female Subjects
(Based on Panoramic Radiography Examination)
ABSTRACT
Introduction: Non syndromic cleft lip and palate (nsCLP) is the most common
congenital structural anomaly. nsCLP affect not only craniofacial development but
also dentoalveolar development and odontogenesis. The most common dental
anomaly is tooth agenesis which is also known as hypodontia or congenital tooth
absence. The pattern and amount of tooth agenesis will influence the orthodontic
treatment plan in nsCLP patients. The aim of this study was to see whether there
were differences in the pattern and percentage of maxillary tooth agenesis in non
syndromic unilateral and bilateral nsCLP patients in male and female subjects
based on panoramic radiographic examination. Methods: This comparative study
used purposive sampling to evaluated the panoramic radiographs in the Dental
Specialist Education Program Clinic (PPDGS) Orthodontics Dental and Oral
Hospital, Padjadjaran University (RSGM UNPAD). The radiograph samples were
66 panoramic radiographs of nsCLP patients, consisting 50 radiographs of
unilateral nsCLP patients and 1 radiographs of bilateral nsCLP patients. Each
radiograph traced to determine the tooth agenesis. Data analysis are carries out
using z-test. Result : A total of 66 panoramic radiographs were examined, 50
panoramic radiographs were found to be unilateralns nsCLP cases, with 27
radiographs in female (40.90%) and 23 radiographs in male (38.84%). There were
16 panoramic radiographs of bilateral nsCLP cases, with 10 panoramic
radiographs in female (15.14%) and 6 panoramic radiographs in male (9.09%).
Lateral incisors in both females (23.14%) and males (19.83%) were found to be the
most dental agenesis compared to other teeth, followed by agenesis of the second
premolars in females (14.05%) and males (4.13%). Unilateral nsCLP patients
showed 15 patterns of tooth agenesis and bilateral nsCLP showed 10 patterns of
tooth agenesis. Conclusion: The pattern and percentage of maxillary tooth
agenesis in non syndromic unilateral and bilateral cleft lip and palate patients in
males and females were not statistically different.
Keywords: pattern of dental agenesis, unilateral and bilateral non syndromic cleft
lip and palate, panoramic radiography -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






