
Thesis
Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan Pemeriksaan Radiografi Panoramik
Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit
Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan TH 988 617. 64 And P Sekeloa (Ortodonti) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617. 64 And PPenerbit PPDGS Ortodontk FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xvi, 89 hlm, ilus; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160321190001Klasifikasi 617. 64Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab MONICA ANDREAS (Author) -
Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit
Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan Pemeriksaan
Radiografi Panoramik
ABSTRAK
Pendahuluan: Celah bibir dan langit-langit non sindromik (CBLns)
merupakan kelainan kongenital berupa celah abnormal pada bibir atas dan/atau
palatum, tanpa disertai kelainan kongenital lainnya. Risiko impaksi gigi pasien
CBLns lebih besar dibandingkan dengan pasien normal. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui perbedaan karakteristik impaksi gigi, meliputi proporsi, jumlah,
jenis, posisi, dan kemiringan gigi impaksi pasien CBLns antara laki-laki dan
perempuan berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik. Metode: Penelitian ini
merupakan penelitian komparatif yang membandingkan karakteristik impaksi gigi
pasien CBLns antara laki-laki dan perempuan dengan melakukan pengamatan pada
64 radiograf panoramik, yang terdiri dari 28 pasien laki-laki dan 36 perempuan.
Hasil: Impaksi gigi ditemukan pada 21,88% pasien CBLns. Proporsi gigi impaksi
pasien CBLns laki-laki (28,57%) lebih besar dibandingkan dengan perempuan
(16,67%). Secara umum impaksi gigi pasien CBLns hanya terjadi pada satu gigi,
dengan kejadian terbanyak pada gigi kaninus (64,71%), diikuti oleh insisif lateral
(29,41%), dan premolar kedua permanen rahang atas (5,88%). Gigi impaksi paling
banyak ditemukan berada di atas cemento-enamel junction, namun di bawah
setengah panjang akar gigi sebelahnya, dengan kemiringan yang tidak
menguntungkan (< 650
). Simpulan: Sebagian kecil pasien CBLns memiliki satu
gigi impaksi dengan kejadian terbanyak pada gigi kaninus, diikuti oleh insisif
lateral, dan premolar kedua permanen rahang atas. Gigi impaksi umumnya berada
pada posisi yang menguntungkan namun dengan kemiringan yang tidak
menguntungkan untuk ditarik ke lengkung gigi. Tidak terdapat perbedaan
karakteristik impaksi gigi, meliputi proporsi, jumlah, posisi, dan kemiringan,
kecuali jenis gigi impaksi, pada pasien CBLns antara laki-laki dan perempuan
berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik.
Kata kunci: Karakteristik impaksi gigi, celah bibir dan langit-langit non sindromik,
radiografi panoramik
ix
Differences in the Tooth Impaction Characteristics of Non Syndromic Cleft Lip
and Palate Patients between Males and Females Based on Panoramic
Radiography Examination
ABSTRACT
Introduction: Non-syndromic cleft lip and palate (nsCLP) is an abnormal gap in
the upper lip and/or palate, without accompanied by other developmental
abnormalities. The risk of tooth impaction in nsCLP patients is greater than in
normal patients. This study was aimed to determine the differences in the tooth
impaction characteristics, including the proportion, number, type, position, and
angulation of impacted teeth of nsCLP patients between males and females based
on panoramic radiography examination. Methods: This study was a comparative
study comparing the tooth impaction characteristics of nsCLP patients between
men and women by observing 64 panoramic radiographs, consisting of 28 males
and 36 females. Results: Tooth impaction was found in 21.88% of nsCLP patients.
The proportion of tooth impaction in male patients (28.57%) was greater than in
female patients (16.67%). Tooth impaction generally affected only one tooth per
patient, with maxillary permanent canines (64.71%) were the most frequently
affected teeth, followed by lateral incisors (29.41%), and second premolars
(5.88%). Most of the impacted teeth were located above the cemento-enamel
junction, but less than half the length of the adjacent tooth root, with unfavorable
angulation ( -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






