Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan Pemeriksaan Radiografi Panoramik


Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit
Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan ...

  • Tidak ada salinan data

  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 And P
    Penerbit PPDGS Ortodontk FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 89 hlm, ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160321190001
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perbedaan Karakteristik Impaksi Gigi Pasien Celah Bibir dan Langit-Langit
    Non Sindromik antara Laki-Laki dan Perempuan berdasarkan Pemeriksaan
    Radiografi Panoramik
    ABSTRAK
    Pendahuluan: Celah bibir dan langit-langit non sindromik (CBLns)
    merupakan kelainan kongenital berupa celah abnormal pada bibir atas dan/atau
    palatum, tanpa disertai kelainan kongenital lainnya. Risiko impaksi gigi pasien
    CBLns lebih besar dibandingkan dengan pasien normal. Penelitian ini bertujuan
    untuk mengetahui perbedaan karakteristik impaksi gigi, meliputi proporsi, jumlah,
    jenis, posisi, dan kemiringan gigi impaksi pasien CBLns antara laki-laki dan
    perempuan berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik. Metode: Penelitian ini
    merupakan penelitian komparatif yang membandingkan karakteristik impaksi gigi
    pasien CBLns antara laki-laki dan perempuan dengan melakukan pengamatan pada
    64 radiograf panoramik, yang terdiri dari 28 pasien laki-laki dan 36 perempuan.
    Hasil: Impaksi gigi ditemukan pada 21,88% pasien CBLns. Proporsi gigi impaksi
    pasien CBLns laki-laki (28,57%) lebih besar dibandingkan dengan perempuan
    (16,67%). Secara umum impaksi gigi pasien CBLns hanya terjadi pada satu gigi,
    dengan kejadian terbanyak pada gigi kaninus (64,71%), diikuti oleh insisif lateral
    (29,41%), dan premolar kedua permanen rahang atas (5,88%). Gigi impaksi paling
    banyak ditemukan berada di atas cemento-enamel junction, namun di bawah
    setengah panjang akar gigi sebelahnya, dengan kemiringan yang tidak
    menguntungkan (< 650
    ). Simpulan: Sebagian kecil pasien CBLns memiliki satu
    gigi impaksi dengan kejadian terbanyak pada gigi kaninus, diikuti oleh insisif
    lateral, dan premolar kedua permanen rahang atas. Gigi impaksi umumnya berada
    pada posisi yang menguntungkan namun dengan kemiringan yang tidak
    menguntungkan untuk ditarik ke lengkung gigi. Tidak terdapat perbedaan
    karakteristik impaksi gigi, meliputi proporsi, jumlah, posisi, dan kemiringan,
    kecuali jenis gigi impaksi, pada pasien CBLns antara laki-laki dan perempuan
    berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik.
    Kata kunci: Karakteristik impaksi gigi, celah bibir dan langit-langit non sindromik,
    radiografi panoramik
    ix
    Differences in the Tooth Impaction Characteristics of Non Syndromic Cleft Lip
    and Palate Patients between Males and Females Based on Panoramic
    Radiography Examination
    ABSTRACT
    Introduction: Non-syndromic cleft lip and palate (nsCLP) is an abnormal gap in
    the upper lip and/or palate, without accompanied by other developmental
    abnormalities. The risk of tooth impaction in nsCLP patients is greater than in
    normal patients. This study was aimed to determine the differences in the tooth
    impaction characteristics, including the proportion, number, type, position, and
    angulation of impacted teeth of nsCLP patients between males and females based
    on panoramic radiography examination. Methods: This study was a comparative
    study comparing the tooth impaction characteristics of nsCLP patients between
    men and women by observing 64 panoramic radiographs, consisting of 28 males
    and 36 females. Results: Tooth impaction was found in 21.88% of nsCLP patients.
    The proportion of tooth impaction in male patients (28.57%) was greater than in
    female patients (16.67%). Tooth impaction generally affected only one tooth per
    patient, with maxillary permanent canines (64.71%) were the most frequently
    affected teeth, followed by lateral incisors (29.41%), and second premolars
    (5.88%). Most of the impacted teeth were located above the cemento-enamel
    junction, but less than half the length of the adjacent tooth root, with unfavorable
    angulation (
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi