
Text
Pengaruh intensitas cahaya terhadap berat, luas dan tebal kulit kelinci peranakan New Zealand White.
Kelinci merupakan hewan nokturnal, aktifitas yang dilakukan kelinci di malam hari lebih banyak dibandingkan aktifitas di siang hari. Intensitas ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan SKR001453 Skr.6109 Perpustakaan Fakultas Peternakan Tersedia -
Perpustakaan Fakultas PeternakanJudul Seri -No. Panggil Skr.6109Penerbit Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran : Sumedang., 2018 Deskripsi Fisik xiii, 48 hlm.: ilus.; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 636.932 2Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Hashfi Ghassani -
Kelinci merupakan hewan nokturnal, aktifitas yang dilakukan kelinci di malam hari lebih banyak dibandingkan aktifitas di siang hari. Intensitas cahaya mempengaruhi aktifitas dan pertumbuhan kelinci. Kulit kelinci merupakan produk sampingan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, namun kulit kelinci belum dimanfaatkan secara baik oleh peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan besarnya intensitas cahaya terhadap berat, luas, dan tebal kulit kelinci Peranakan New Zealand White. Penelitian ini dilakukan kepada 18 ekor kelinci Peranakan New Zealand White jantan berumur 2 bulan. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, tiga macam perlakuan (P1: intensitas cahaya 10 lux, P2 : Intensitas cahaya 35 lux, dan P3 : intensitas cahaya 60 lux). Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas cahaya tidak berpengaruh terhadap berat, luas, dan tebal kulit kelinci New Zealand White. Intensitas cahaya 10 sampai 60 lux dapat digunakan pada kelinci.
Kata Kunci: Intensitas Cahaya, Kulit, Kelinci. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






