Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Efektivitas Antibakteri Fraksi Metanol Daun Sirih Hijau (Piper betle linn) terhadap Bakteri Enterococcus Faecalis secara In vitro dan In silico


ABSTRAK
Tingkat keberhasilan perawatan endodontik mencapai 86-98%. Salah satu etiologi
kegagalan perawatan endodontik adalah infeksi ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    TH 1006617.63 Jev ESekeloa (Konservasi Gigi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Jev E
    Penerbit PPDGS Konseravasi Gigi Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 72 hlm, ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160621200011
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Tingkat keberhasilan perawatan endodontik mencapai 86-98%. Salah satu etiologi
    kegagalan perawatan endodontik adalah infeksi bakteri persisten. Spesies bakteri
    dengan prevalensi paling tinggi yang diisolasi di dalam saluran akar yang telah
    dilakukan perawatan adalah Enterococcus faecalis. Penanganan E.faecalis pada
    infeksi saluran akar dapat dilakukan melalui mekanisme penghambatan biosintesis
    dinding sel bakteri. Enzim Muramidase A berperan penting pada tahap awal
    biosintesis peptidoglikan, yang merupakan komponen utama pembentuk dinding
    sel bakteri. Daun Piper betle linn. yang dikenal juga sebagai daun sirih hijau
    diketahui memiliki kemampuan antibakteri pada kandungannya. Senyawa bioaktif
    pada daun Piper betle linn. yang dianggap berperan dalam aktivitas antibakteri
    terutama terhadap E.faecalis adalah senyawa fenol dan turunannya, gallic acid dan
    hydroxychavicol. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas
    antibakteri fraksi metanol daun Piper betle linn. terhadap bakteri E.faecalis secara
    invitro dan mengetahui prediksi aktivitas senyawa hydroxychavicol dan gallic acid
    terhadap enzim MurA dengan metode in silico. Penelitian invitro dilakukan dengan
    pengukuran zona hambat dengan metode Kirby Bauer dan penentuan nilai
    Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Minimum Bactericidal
    Concentration (MBC) dengan metode mikrodilusi. Penelitian insilico dilakukan
    dengan melakukan molecular docking antara ligan senyawa terhadap reseptor MurA
    menggunakan Autodock tools 1.5.6. Hasil pengukuran zona hambat menunjukkan
    tidak terbentuk zona hambat pada sampel fraksi metanol daun Piper betle linn.
    dengan konsentrasi (µg/mL) 20.000, 40.000, 60.000, dan 80.000 µg/mL, sedangkan
    untuk konsentrasi 100.000, 200.000, dan 400.000 µg/mL menunjukkan zona
    hambat rata-rata sebesar 10,1 mm, 12,1 mm, dan 14,7 mm. Hasil penentuan MIC
    pada konsentrasi 20.000 µg/mL dan nilai MBC pada konsentrasi 40.000 µg/mL.
    Hasil molecular docking menunjukkan nilai binding affinity terhadap reseptor
    MurA pada senyawa gallic acid sebesar -6,30 kcal/mol dan pada senyawa
    hydroxychavicol sebesar -5,10 kcal/mol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
    bahwa fraksi metanol daun Piper betle linn. memiliki efektivitas antibakteri
    terhadap bakteri E.faecalis dan senyawa hydroxychavicol dan gallic acid memiliki
    aktivitas terhadap enzim MurA dari bakteri E.faecalis.
    .
    Kata Kunci: Enterococcus faecalis, Muramidase A, Gallic acid,
    Hydroxychavicol, Piper betle linn, Sirih hijau, Molecular Docking
    v
    ABSTRACT
    The success rate of endodontic treatment is 86-98%. One of the etiologies of
    endodontic treatment failure is persistent bacterial infection. The most prevalent
    bacterial species isolated in treated root canals is Enterococcus faecalis.
    Management of E.faecalis in root canal infections can be done through the
    mechanism of inhibiting bacterial cell wall biosynthesis. Muramidase A enzyme
    plays an important role in the early stages of peptidoglycan biosynthesis, which is
    the main component of bacterial cell wall formation. Piper betle linn. leaves, also
    known as green betel leaves, are known to have antibacterial abilities in their
    compounds. Bioactive compounds in Piper betle linn. leaves that are thought to
    play a role in antibacterial activity, especially against E. faecalis, are phenol
    compounds and their derivatives, gallic acid and hydroxychavicol. The purpose of
    this study was to determine the antibacterial efficacy of the methanol fraction of
    Piper betle linn. leaves against E.faecalis bacteria invitro and to predict the activity
    of hydroxychavicol and gallic acid compounds against the MurA enzyme using in
    silico methods. Invitro research was conducted by measuring the inhibition zone
    based on Kirby Bauer method and determining the Minimum Inhibitory
    Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC) values
    values using microdilution method. Insilico research was conducted by molecular
    docking between compound ligands against MurA receptor using Autodock tools
    1.5.6. The inhibition zone measurement results showed no inhibition zone at
    concentrations of 20.000, 40.000, 60.000, and 80.000, while the 100.000, 200.000,
    and 400.000 µg/mL concentration showed an average inhibition zone of 10.1 mm,
    12.1 mm, and 14.7 mm. The results of MIC and MBC determination at
    concentration of 20,000 µg/mL and 40,000 µg/mL. The results of molecular
    docking demonstrated that the binding affinity value to the MurA receptor on gallic
    acid compound of -6.30 kcal/mol and on hydroxychavicol compound of -5.10
    kcal/mol. The conclusion of this study is that the methanol fraction of Piper betle
    linn. leaves has antibacterial efficacy against E. faecalis bacteria and
    hydroxychavicol and gallic acid compounds have activity against the MurA enzyme
    of E. faecalis bacteria.
    Keywords: Enterococcus faecalis, Muramidase A, Gallic acid,
    Hydroxychavicol, Piper betle linn, Green betel, Molecular Docking
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi