
Text
Karakterisasi Enzim Kasar CGTase-? dari Isolat Bacillus sp. BGG-1 Berdasarkan Parameter Suhu dan pH
Siklodekstrin-? merupakan senyawa yang bernilai tinggi dan memiliki peran penting dalam industri Farmasi, diantaranya sebagai stabilisator, senyawa ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021131000091 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2893Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2013 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2893Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Siklodekstrin-? merupakan senyawa yang bernilai tinggi dan memiliki peran penting dalam industri Farmasi, diantaranya sebagai stabilisator, senyawa emulsifier, penghilang bau, dan pengubah viskositas serbuk. Siklodestrin-? dapat dihasilkan dari pati dengan bantuan enzim ?-Cyclodextrin Glucosyl Transferase (CGTase-?) yang dapat diperoleh dari bakteri. Berdasarkan penelitian sebelumnya, enzim kasar CGTase-? dapat dihasilkan oleh bakteri yang berasal dari tanah di Jatinangor yang diberi nama Bacillus sp. BGG-1. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari beberapa karakter dari enzim kasar CGTase-?, terutama suhu dan pH optimum, serta stabilitas enzim tersebut pada berbagai suhu dan pH. Enzim kasar diperoleh dengan cara mengekstraksi enzim CGTase-? dari isolat Bacillus sp. BGG-1 dalam suatu media produksi, dan keberadaan siklodekstrin-? diuji secara kualitatif dalam media Horikoshi. Pengujian optimasi dan stabilitas suhu dilakukan dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer fosfat pada variasi suhu, sedangkan untuk optimasi dan stabilitas pH dilakukan dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer dengan variasi pH pada suhu optimum. Pada penelitian ini juga dilakukan pengujian untuk menentukan waktu optimum aktivitas enzim CGTase-? dari isolat Bacillus sp. BGG-1. Optimasi waktu dilakukan dengan menginkubasi enzim dan pati dalam buffer pH dan suhu optimum dengan variasi waktu. Pengujian aktivitas pembentukan siklodekstrin-? dilakukan dengan pengukuran penurunan absorbansi fenolftalein pada panjang gelombang 550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen aktivitas relatif tertinggi diperoleh pada suhu 60 -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






