Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Analisis Campuran Nanopartikel Semen Portland Putih Indonesia-ZrO2-UDMA dengan Penambahan Nanosilika sebagai Bahan Pulp Capping


ABSTRAK
Pulp capping merupakan tindakan aplikasi bahan bioaktif secara direk maupun
indirek pada jaringan pulpa yang mengalami pulpitis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    TH 999617.63 Kes ASekeloa (Konservasi Gigi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Kes A
    Penerbit PPDGS Konseravasi Gigi Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 110 hlm, ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160621200004
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Pulp capping merupakan tindakan aplikasi bahan bioaktif secara direk maupun
    indirek pada jaringan pulpa yang mengalami pulpitis reversibel, untuk
    menstimulasi proses dentinogenesis reparatif dan penyembuhan sehingga vitalitas
    pulpa dapat dipertahankan. Bahan mineral trioxide aggregate (MTA) semakin
    banyak diminati penggunaannya sebagai bahan pulp capping dibandingkan gold
    standard kalsium hidroksida (Ca(OH)2) akibat keunggulan sifat bioaktivitas dan
    biokompatibilitasnya. Semen Portland Putih Indonesia (SPPI) telah diteliti
    memiliki kesamaan komposisi utama dengan MTA, yaitu trikalsium silikat
    sehingga berpotensi sebagai alternatif bahan pulp capping yang lebih ekonomis.
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penambahan
    senyawa nanosilika (SiO2) terhadap sifat bioaktivitas dan biokompatibilitas bahan
    pulp capping berbasis resin dengan filler nanopartikel SPPI-ZrO2. Kelompok
    sampel nanopartikel SPPI-ZrO2-UDMA dan SPPI-SiO2-ZrO2-UDMA disintesis,
    kemudian dilakukan pengukuran dan analisis nilai pH, pelepasan ion hidroksil dan
    kalsium, serta nilai sitotoksisitas dan perlekatan sel dalam jangka waktu berbeda.
    Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pelepasan ion hidroksil dan kalsium pada
    kelompok SPPI-SiO2-ZrO2-UDMA lebih tinggi daripada SPPI-ZrO2-UDMA tanpa
    adanya perbedaan signifikan secara statistik (p-value>0,05). Kelompok SPPI-SiO2-
    ZrO2-UDMA menunjukkan persentase viabilitas sel fibroblas NIH/3T3 tertinggi
    pada masa inkubasi 72 jam (244.0718 ± 22.2519) dengan perbedaan signifikan
    secara statistik (p-value0.05) higher concentration of both released hydroxyl and calcium ions in
    IWPC-SiO2-ZrO2-UDMA. IWPC-SiO2-ZrO2-UDMA group showed the highest cell
    viability of fibroblast NIH/3T3 after 72hr-incubation period (244.0718±22.2519)
    than IWPC-ZrO2-UDMA with statistical significance (p-value
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi