Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSANA Piper betle Linn. TERHADAP ENZIM MURAMIDASE A Enterococcus faecalis SECARA IN VITRO DAN IN SILICO


ABSTRAK
Karies gigi adalah masalah serius yang telah berdampak pada lebih dari dua miliar
penduduk dunia. Karies gigi membutuhkan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    TH 1005617.63 Bah ASekeloaTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Bah A
    Penerbit PPDGS Konseravasi Gigi Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xii,79 hlm, ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160621200010
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Karies gigi adalah masalah serius yang telah berdampak pada lebih dari dua miliar
    penduduk dunia. Karies gigi membutuhkan perawatan endodontik, tetapi kegagalan
    perawatan sering terjadi karena bakteri yang persisten. Enterococcus faecalis
    adalah bakteri yang paling banyak ditemukan dan memiliki prevalensi yang tinggi
    dalam kegagalan perawatan endodontik. Bakteri ini memiliki dinding sel
    peptidoglikan yang menyebabkan Enterococcus faecalis mampu bertahan hidup di
    lingkungan hipotonik dan kurang menguntungkan. Penghambatan Enterococcus
    faecalis agar tidak lagi persisten dalam saluran akar dapat dilakukan dengan cara
    menghambat muramidase A yang merupakan enzim penting dalam sintesis
    peptidoglikan. Penelitian terhadap bahan yang mampu menghambat enzim
    muramidase A dengan efek samping yang minim penting untuk dilakukan.
    Penelitian ini mengkaji potensi bahan herbal Piper betle Linn. yang selama ini
    diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian difokuskan pada fraksi nheksana karena sifatnya yang kurang toksik dibandingkan dengan jenis pelarut non
    polar lainnya. Tujuan penelitian adalah menganalisis aktivitas antibakteri fraksi nheksana Piper betle Linn. terhadap Enterococcus faecalis dan menganalisis
    interaksi senyawa terpeniol dan α-terpinene Piper betle Linn. terhadap enzim
    muramidase A Enterococcus faecalis. Metode penelitian adalah penelitian in vitro
    untuk melihat zona hambat, Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), dan
    Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM), serta penelitian in silico untuk melihat
    interaksi terpeniol dan α-terpinene terhadap muramidase A Enterococcus faecalis.
    Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksana Piper betle Linn. memiliki
    aktivitas antibakteri terhadap Enterococcus faecalis secara in vitro, yakni memiliki
    diameter daya hambat sebesar 13,5 mm pada konsentrasi 10% dengan kategori kuat,
    Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) sebesar 10.000 ppm, dan Konsentrasi
    Bunuh Minimum (KBM) sebesar 20.000 ppm. Interaksi senyawa terpeniol dan αterpinene Piper betle Linn. terhadap enzim muramidase A Enterococcus faecalis
    secara in silico menghasilkan binding affinity masing-masing sebesar -5,59
    kcal/mol dan -4,94 kcal/mol, serta konstanta inhibisi masing-masing sebesar 80,34
    µM dan 238,57 µM. Terpeniol memiliki kinerja yang lebih baik daripada αterpinene untuk menghambat enzim muramidase A Enterococcus faecalis.
    Kata Kunci: Enterococcus faecalis, fraksi n-heksana, in vitro, in silico, Piper
    betle Linn.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi