
Text
Peningkatan Kelarutan dan Laju Disolusi Simvastatin melalui Metode "Solvent Evaporation"
Simvastatin sebagai obat hiperkolesterol yang sering digunakan. Dalam monografi sifatnya sukar larut dalam air, kurang diserap di tubuh sehingga ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 01021131000080 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 2873Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : ., 2013 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 2873Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi NULLSubyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab NULL -
Simvastatin sebagai obat hiperkolesterol yang sering digunakan. Dalam monografi sifatnya sukar larut dalam air, kurang diserap di tubuh sehingga bioavailabilitasnya rendah berkisar 5%. Penelitian ini mencoba untuk meningkatkan kelarutan dan laju disolusi melalui metode solvent evapoaration. Metode tersebut menggunakan variasi pelarut dalam pemurnian (rekristalisasi) senyawa simvastatin. Variasi pelarut akan memberikan habit Kristal simvastatin yang berbeda setelah mengkristal ulang. Dalam penelitian ini digunakan variasi pelarut campuran ekuimolar pelarut methanol:etanol (B), metanol:klorofom (C), dan etanol:klorofom (D). Habit Kristal yang diperoleh dari hasil pemurnian dari variasi perlarut tersebut dikarakterisasi dengan uji kelarutan, difraksi sinar x, dan Fourier Transfom Infrared Spectroscopy. Hasil difraksi sinar x memperlihatkan adanya perbedaan difraktogram yang signifikan dibanding dengan standar simvastatin awal. Sedangkan hasil Fourier Transfom Infrared Spectroscopy memperlihatkan tidak adanya perbedaan yang signifikan. Hasil uji kelarutan diperoleh adanya peningkatan kelarutan disbanding dengan standar simvastatin awal (A), yaitu kristal B meningkat 71,17%, C meningkat 120,72%, dan D meningkat 113,51%. Pada hasil disolusi partikular pada pH 1.2 diperoleh hasil masing-masing Kristal A, kristal B, C dan D sebesar 0.18%, 0.70%, 0.57% dan 0.67%. Sedangkan pada dapar pH 4.5 masing-masing Kristal A, kristal B, C dan D diperoleh 2.82%, 4.02%, 4.40% dan 4.56%. Sedangkan pada dapar pH 6.8 masing-masing kristal A, kristal B, C dan D diperoleh 0.20%, 0.42%, 0.69% dan 0.63%. Dari data di atas didapati bahwa, kristal hasil modifikasi menunjukkan peningkatan pada uji kelarutan dan disolusi.
Kata Kunci : Kristal simvastatin, kelarutan, disolusi -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






