Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Uji Kadar Hambat (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) Ekstrak Batang Bajakah Tampala (Sphattolobus Littoralis Hassk)Terhadap Aggregatibacter actynomycetemcomitans Dengan Metode Mikrodilusi


UJI KADAR HAMBAT MINIMAL (KHM) DAN
KADAR BUNUH MINIMAL (KBM) EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA
(SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK) TERHADAP ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    TH 964617.63 Lis USekeloa (Periodonsia)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Lis U
    Penerbit PPDGS Periodonsia FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 66 hlm, ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160521190002
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • UJI KADAR HAMBAT MINIMAL (KHM) DAN
    KADAR BUNUH MINIMAL (KBM) EKSTRAK BATANG BAJAKAH TAMPALA
    (SPATHOLOBUS LITTORALIS HASSK) TERHADAP AGGREGATIBACTER
    ACTINOMYCETEMCOMITANS
    Lydia Lismana – 160521190002
    ABSTRAK
    Latar Belakang :Periodontitis adalah penyakit inflamasi pada jaringan periodontal yang
    disebabkan olek mikroorganisme spesifik atau kelompok mikroorganisme tertentu. Etiologi
    penyakir periodontitis disebabkan karena bakteri plak yang terakumulasi disekitar margin
    gingiva. Bakteri pathogen yang terkandung dalam etiologi periodontits adalah Aggregatibacter
    actynomycetemcomitans .Jenis perawatan periodontitis dapat dilakukan dengan terapi mekanis,
    kimia, atau kombinasi keduanya. Adapun terapi pencegahan yang dilakukan secara kimia dapat
    diberikan langsusng dengan menggunakan senyawa ekstrak tumbuhan sebagai konsep kembali
    ke alam yang berefek menyerang target dan tidak dapat menimbulkan toksit dalam tubuh dan
    aman diberikan untuk jangka panjang. Ekstrak batang bajakah adalah salah satu bahan herbal
    yang memiliki senyawa antibakteri,antioksidan dan antiiflamasi. Tujuan penelitian untuk
    mengetahui Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM) ekstrak batang
    bajakah tampala terhadap Aggregatibacter actynomicetemcomitans dengan menggunakan
    metode uji yaitu dengan mikrodilusi dengan berisikan microplate 96 buah microwell dibaca
    secara sentisitif dengan Enzym Linked Immune Sorbent Assay (ELISA). Bahan dan metode
    yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Mueller Hinton, Aquabides, alkohol, media agar,
    pelarut etanol, biakan murni dan determinasi batang bajakah dan metode yang digunakan yaitu
    secara difusi dengan paperdisk dan mikrodilusi. Hasil penelitian menunjukan Kadar Hambat
    Minimal ekstrak batang bajakah tampala memiliki Kadar hambat minimal sebesar 1,25 ppm
    terhadap bakteri Aggregatibacter actynomycetemcomitans sedangkan Kadar Bunuh Minimal
    tidak ada daya bunuh dibandingkan kontrol positifnya yaitu chloehexidine. Simpulan batang
    bajakah terdapat adanya daya hambah minimal yang bersifat bakteriostatik dan tidak adanya
    daya batang bajakah terhadap aggregatibacter actynomicetemcomitans.
    Kata Kunci : Aggregatibacter actynomictemcomitans, ekstrak batang bajakah, KHM dan
    KBM
    Minimum inhibitory concentration (MIC) and Minimum Bactericidal
    Concentration (MIC) of Tampala Stem Extract (Spatholobus littoralis
    Hassk) against Aggregatibacter actinomycetemcomitans using Microdilution
    Method
    Lydia Lismana – 160521190002
    ABSTRACT
    Background :Periodontitis is an inflammatory disease of the periodontal tissues caused by
    specific microorganisms or certain groups of microorganisms. The etiology of periodontitis is
    caused by plaque bacteria that accumulates around the gingival margin. The pathogenic
    bacteria contained in the etiology of periodontitis is Aggregatibacter actynomycetemcomitans.
    This type of periodontitis treatment can be carried out with mechanical, chemical therapy, or
    a combination of both. As for preventive therapy that is carried out chemically, it can be given
    directly using plant extract compounds as a concept of returning to nature which has an effect
    on attacking targets and cannot cause toxins in the body and is safe to give for the long
    term.Bajakah stem extract is one of the herbal ingredients that has antibacterial, antioxidant
    and anti-inflammatory compounds. Aim of the study was to determine the Minimum Inhibitory
    Content (MIC) and Minimum Inhibitory Content (KBM) of the Bajakah tampala stem extract
    against Aggregatibacter actynomicetemcomitans using the test method, namely microdilution
    containing 96 microwell microplates, read sensitively with Enzym Linked Immune Sorbent
    Assay (ELISA). Materials and methods used were Muleller Hinton, Aquabides, alcohol, agar
    media, ethanol solvent, pure culture and the determination of Bajakah stems and the method
    used was diffusion with paperdisk and microdilution. Results showed that the minimum
    inhibition level of the Bajakah tampala stem extract had a minimum inhibition level of 1.25
    ppm for the bacteria Aggregatibacter actynomycetemcomitans, while the minimal killing rate
    had no killing power compared to the positive control, namely chloehexidine. It can be
    concluded that the Bajakah stem has minimal bacteriostatic efficacy and the absence of the
    Bajakah stem against actynomicetemcomitans aggregatibacter
    Key words : Aggregatibacter actynomictemcomitans, extract of bajakah stem, MIC and KBM
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi