
Thesis
Korelasi Antara Surgical Complication Assessment Scale In Third Molar Surgery (SCATM) Dengan Kadar Prostaglandin E2 (PGE2) Pada Saliva Pasca Odontektomi Gigi Impaksi Molar Ketiga Mandibula
KORELASI ANTARA SURGICAL COMPLICATION
ASSESSMENT SCALE IN THIRD MOLAR SURGERY (SCATM)
DENGAN KADAR PROSTAGLANDIN E2 (PGE2) PADA ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan TH 962 962 617.605 Ste K Sekeloa (Bedah Mulut dan Maksilofasial) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 962 617.605 Ste KPenerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2023 Deskripsi Fisik xvi, 99 hlm, ilus; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160121190012Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Agnesthesia Ruth Stevhany ( Author) -
KORELASI ANTARA SURGICAL COMPLICATION
ASSESSMENT SCALE IN THIRD MOLAR SURGERY (SCATM)
DENGAN KADAR PROSTAGLANDIN E2 (PGE2) PADA SALIVA
PASCA ODONTEKTOMI GIGI IMPAKSI
MOLAR KETIGA MANDIBULA
ABSTRAK
Pendahuluan: Penatalaksanaan pada gigi molar ketiga merupakan tindakan
pembedahan yang paling sering dilakukan. Tindakan odontektomi bisa
menyebabkan cedera dan rusaknya jaringan lunak dan keras serta menimbulkan
suatu risiko dan komplikasi diantaranya adalah respon inflamasi, nyeri, edema,
alveolar osteitis dan abses. Inflamasi dimulai saat cedera jaringan mulai terjadi dan
berlangsung 3 sampai 5 hari pasca odontektomi. Surgical Complication Assessment
Scale in Third Molar Surgery (SCATM) merupakan instrumen baru untuk
mengukur skala penilaian risiko dan komplikasi pasca odontektomi pada molar
ketiga mandibula. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis korelasi
antara Surgical Complication Assessment Scale in Third Molar Surgery (SCATM)
dengan kadar Prostaglandin E2 (PGE2) pada saliva pasca odontektomi gigi impaksi
molar ketiga mandibula. Metode: Penelitian dilakukan pada 25 pasien dengan
kasus impaksi molar ketiga mandibula yang dilakukan odontektomi dalam anastesi
lokal di Poli Bedah Minor Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas
Padjadjaran. Subjek pada penelitian ini adalah pasien yang memenuhi kriteria
inklusi. Pemilihan subjek peneltian untuk kelompok uji dilakukan secara acak.
Setelah di lakukan tindakan odontektomi, di lakukan pengukuran SCATM dan
kadar PGE2 (T0). Selanjutnya dilakukan pengukuran pada jam ke-72(T1) serta jam
ke-120 (T2). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Rank
Spearman. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat
dan bermakna secara statistik antara SCATM dengan kadar PGE2 pada saliva pasca
odontektomi gigi impaksi molar ketiga mandibula pada jam ke-72 dan jam ke-120.
Nilai koefisien korelasi jam ke-72 r=0.672 (p -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






