Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Efektivitas Penggunaan Patch Kurkumin Terhadap Pengurangan Intensitas Nyeri Orofasial Akut Berdasarkan Skoring Skala FLACC dan Kadar PGE2 Saliva pada Pasien Pasca Labioplasti atau Palatoplasti


EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PATCH KURKUMIN
TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI
OROFASIAL AKUT BERDASARKAN SKORING SKALA
FACE, LEG, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th - 916916 617.605 Pur ESekeloa (Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Pur E
    Penerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 100 hlm; ilus ; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160121180007
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • EFEKTIVITAS PENGGUNAAN PATCH KURKUMIN
    TERHADAP PENGURANGAN INTENSITAS NYERI
    OROFASIAL AKUT BERDASARKAN SKORING SKALA
    FACE, LEG, ACTIVITY, CRY, AND CONSOLABILITY (FLACC)
    DAN KADAR PGE2 SALIVA PADA PASIEN
    PASCA LABIOPLASTI ATAU PALATOPLASTI
    ABSTRAK
    Pendahuluan: Tindakan tatalaksana utama kelainan celah bibir dan langit-langit
    adalah labioplasti atau palatoplasti yang berpotensi menimbulkan rasa nyeri dan
    inflamasi pasca tindakan. Kurkumin merupakan salah satu bahan alam yang telah
    diakui potensi analgetik dan anti inflamasinya.
    Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas patch
    kurkumin terhadap intensitas nyeri orofasial akut.
    Metode: Penelitian ini dilakukan pada 50 pasien yang telah menjalani tindakan
    labioplasti atau palatoplasti di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Padjadjaran
    (RSGM UNPAD) dengan metode uji acak terkontrol, dimana sampel penelitian
    dimasukkan kedalam salah satu kelompok secara acak, yaitu kelompok kontrol
    (tanpa patch kurkumin) dan kelompok perlakuan (mendapatkan patch kurkumin).
    Setelah tindakan bedah selesai dilakukan, dilakukan pengukuran awal skor Face,
    Leg, Activity, Cry, and Consolability (FLACC) dan kadar Prostaglandin E2 (PGE2)
    saliva (T0). Selanjutnya dilakukan pengukuran berikutnya pada jam ke-8 pasca
    pengukuran awal (T1). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji
    Wilcoxon dan Mann-Whitney.
    Hasil: Analisis untuk masing-masing kelompok memperlihatkan adanya
    penurunan rasa nyeri yang ditandai dengan penurunan yang bermakna secara
    statistik untuk skor FLACC (nilai p
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi