Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

Pengaruh Aplikasi Patch Kurkumin Terhadap Kadar Serotonin dan Skor Intensitas Nyeri Berdasarkan Wong-Baker Face Rating Scale (WBFRS) Pasca Bedah Ortognatik


PENGARUH APLIKASI PATCH KURKUMIN TERHADAP
KADAR SEROTONIN DAN SKOR INTENSITAS NYERI
BERDASARKAN WONG BAKER FACE RATING SCALE (WBFRS)

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th - 917917 617.605 Gin PSekeloa (Bedah Mulut)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Gin P
    Penerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 64 hlm; ilus ; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160121180009
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • PENGARUH APLIKASI PATCH KURKUMIN TERHADAP
    KADAR SEROTONIN DAN SKOR INTENSITAS NYERI
    BERDASARKAN WONG BAKER FACE RATING SCALE (WBFRS)
    PASCA BEDAH ORTOGNATIK
    ABSTRAK
    Bedah ortognatik adalah suatu tindakan pembedahan pada kelainan
    dentofasial yang terjadi pada maksila dan mandibula.Inflamasi yang terjadi setelah
    dilakukan operasi ortognatik berupa pembengkakan dan rasa sakit dapat ditangani
    dengan obat antinyeri dan obat tambahan adjuvant berbahan alami salah satunya
    adalah kurkumin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aplikasi
    patch kurkumin terhadap kadar serotonin darah dan skor Wong Baker Faces Rating
    Scale (WBFRS) sebagai indikator rasa nyeri pada pasien pasca bedah ortognatik.
    Penelitian ini dilakukan pada 20 pasien (10 laki-laki; 10 perempuan) yang
    akan menjalani tindakan bedah ortognatik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad,
    dan Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin dengan metode Uji Acak Terkontrol
    (UAT) dimana sampel penelitian dimasukkan ke dalam salah satu kelompok secara
    acak, yaitu kelompok kontrol yang tidak mendapatkan aplikasi patch kurkumin dan
    kelompok perlakuan yang mendapatkan patch kurkumin . Setelah tindakan bedah
    ortognatik selesai, dilakukan evaluasi kadar serotonin darah dan skor WBFRS (T0).
    Selanjutnya dilakukan pengukuran kembali pada 8 jam pasca operasi (T1) dan 12
    jam paska operasi (T2), paska bedah ortognatik. Selanjutnya seluruh data
    dikumpulkan dan dianalis dengan menggunakan mann whitney.
    Berdasarkan hasil perbandingan yang dilakukan antara kelompok kontrol
    dan kelompok perlakuan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
    antara kadar serotonin darah saliva (p = 0,257) dan skor WBFRS (p =0,066 )untuk
    setiap waktu evaluasi.
    Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa patch kurkumin
    tidak memiliki perbedaan efektivitas dalam mengatasi rasa nyeri pasca bedah
    ortognatik.
    Kata kunci: Bedah Ortognatik, Patch kurkumin, serotonin, nyeri
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi