
Thesis
Pengaruh Aplikasi Patch Kurkumin Terhadap Kadar Serotonin dan Skor Intensitas Nyeri Berdasarkan Wong-Baker Face Rating Scale (WBFRS) Pasca Bedah Ortognatik
PENGARUH APLIKASI PATCH KURKUMIN TERHADAP
KADAR SEROTONIN DAN SKOR INTENSITAS NYERI
BERDASARKAN WONG BAKER FACE RATING SCALE (WBFRS)
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th - 917 917 617.605 Gin P Sekeloa (Bedah Mulut) Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.605 Gin PPenerbit PPDGS Bedah Mulut FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2022 Deskripsi Fisik xiv, 64 hlm; ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160121180009Klasifikasi 617.605Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dani Ginanjar (Author) -
PENGARUH APLIKASI PATCH KURKUMIN TERHADAP
KADAR SEROTONIN DAN SKOR INTENSITAS NYERI
BERDASARKAN WONG BAKER FACE RATING SCALE (WBFRS)
PASCA BEDAH ORTOGNATIK
ABSTRAK
Bedah ortognatik adalah suatu tindakan pembedahan pada kelainan
dentofasial yang terjadi pada maksila dan mandibula.Inflamasi yang terjadi setelah
dilakukan operasi ortognatik berupa pembengkakan dan rasa sakit dapat ditangani
dengan obat antinyeri dan obat tambahan adjuvant berbahan alami salah satunya
adalah kurkumin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh aplikasi
patch kurkumin terhadap kadar serotonin darah dan skor Wong Baker Faces Rating
Scale (WBFRS) sebagai indikator rasa nyeri pada pasien pasca bedah ortognatik.
Penelitian ini dilakukan pada 20 pasien (10 laki-laki; 10 perempuan) yang
akan menjalani tindakan bedah ortognatik di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Unpad,
dan Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin dengan metode Uji Acak Terkontrol
(UAT) dimana sampel penelitian dimasukkan ke dalam salah satu kelompok secara
acak, yaitu kelompok kontrol yang tidak mendapatkan aplikasi patch kurkumin dan
kelompok perlakuan yang mendapatkan patch kurkumin . Setelah tindakan bedah
ortognatik selesai, dilakukan evaluasi kadar serotonin darah dan skor WBFRS (T0).
Selanjutnya dilakukan pengukuran kembali pada 8 jam pasca operasi (T1) dan 12
jam paska operasi (T2), paska bedah ortognatik. Selanjutnya seluruh data
dikumpulkan dan dianalis dengan menggunakan mann whitney.
Berdasarkan hasil perbandingan yang dilakukan antara kelompok kontrol
dan kelompok perlakuan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan
antara kadar serotonin darah saliva (p = 0,257) dan skor WBFRS (p =0,066 )untuk
setiap waktu evaluasi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa patch kurkumin
tidak memiliki perbedaan efektivitas dalam mengatasi rasa nyeri pasca bedah
ortognatik.
Kata kunci: Bedah Ortognatik, Patch kurkumin, serotonin, nyeri -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






