
Thesis
Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.) terhadap Enzim Muramidase A dan Glucosyltransferase P Streptococcus sanguinis secara In Silico
Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.)
terhadap Enzim Muramidase A Dan Glucosyltransferase P ...
-
Tidak ada salinan data
-
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.63 Per APenerbit PPDGS IKGA FKG Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2022 Deskripsi Fisik xv, 97 hlm; ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160421190007Klasifikasi 617.63Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab ANDI SRI PERMATASARI -
Aktivitas Antibakteri Senyawa Flavonoid Buah Merah (Pandanus Conoideus Lam.)
terhadap Enzim Muramidase A Dan Glucosyltransferase P Streptococcus sanguinis
secara In Silico
Andi Sri Permatasari
160421190007
ABSTRAK
Buah merah (Pandanus conoideus Lam.) merupakan tanaman asli dari Papua,
Indonesia. Senyawa flavonoid buah merah memiliki aktivitas antibakteri. Streptococcus
sanguinis merupakan bakteri gram-positif dalam rongga mulut yang menjadi pionir dalam
pembentukan biofilm. Dinding sel tersusun oleh peptidoglikan yang tebal. Muramidase A
(murA) adalah enzim berperan pada biosintesis peptidoglikan. Streptococcus sanguinis
memiliki glucosyltransferase P (gtfP) yang menghasilkan glukan pada pembentukan
biofilm. MurA dan gtfP dapat dijadikan target antibakteri. Tujuan penelitian adalah untuk
menganalisis aktivitas antibakteri senyawa flavonoid buah merah (Pandanus conoideus
Lam.) terhadap muramidase A dan glucosyltransferase P pada Streptococcus sanguinis
secara in silico.
Penelitian menggunakan metode molecular docking secara in silico untuk melihat
aktivitas antibakteri antara senyawa empat senyawa flavonoid buah merah (quercetin,
quercetin 3 methyl ether, quercetin 3 glucoside, dan taxifolin) terhadap murA (1AIU) dan
gtfP (3AIE) menggunakan software Autodock Tools.
Aktivitas antibakteri dilihat dari nilai binding affinity dan Ki (Konstanta inhibisi).
Quercetin 3 glucoside menunjukkan nilai binding affinity dan Ki paling kecil terhadap
murA dibandingkan ketiga senyawa flavonoid lain dan klorheksidin, yaitu -11.11 kcal/mol
dan 0.007 µM. Binding affinity dan Ki Quercetin 3 glucoside juga menunjukkan nilai paling
kecil terhadap gtfP dibandingkan ketiga senyawa flavonoid lain, yaitu -5.96 kcal/mol dan
42.50 µM. Klorheksidin sebagai kontrol positif menunjukkan nilai paling kecil.
Simpulan dalam penelitian adalah senyawa flavonoid pada buah merah memiliki
aktivitas antibakteri terhadap murA dan gtfP pada Streptococcus sanguinis. Quercetin 3
glucoside merupakan senyawa yang paling baik dalam menghambat murA dan gtfP.
Kata kunci: flavonoid, buah merah, muramidase A, glucosyltransferase P,
Streptococcus sanguinis, in silico
Antibacterial Activity of Red Fruit Flavonoids (Pandanus Conoideus Lam.) Against
Muramidase A and Glucosyltransferase P Streptococcus Sanguinis In Silico
Andi Sri Permatasari
160421190007
ABSTRACT
Red fruit (Pandanus conoideus Lam.) is a native plant from Papua, Indonesia.
Flavonoids of red fruit flavonoid have antibacterial activity. Streptococcus sanguinis
is a gram-positive bacteria in the oral cavity which is a pioneer in the formation of
biofilms. The cell wall is composed of thick peptidoglycan. Muramidase A (murA) is an
enzyme that plays a role in peptidoglycan biosynthesis. Streptococcus sanguinis has
glucosyltransferase P (gtfP) which produces glucans on biofilm formation. MurA and
gtfP can be used as target of antibacterial. The aim of this research was to analysis the
antibacterial activity of red fruit flavonoids (Pandanus conoideus Lam.) against
muramidase A and glucosyltransferase P in Streptococcus sanguinis in silico.
This study used the in silico molecular docking method to see the antibacterial
activity of four red fruit flavonoid compounds (Quercetin, Quercetin 3 methyl ether,
Quercetin 3 glucoside, and Taxifolin) against murA (1AIU) and gtfP (3AIE) using
Autodock Tools software.
Antibacterial activity was seen from the value of binding affinity and Ki (inhibition
constant). Quercetin 3 glucoside showed the lowest binding affinity and Ki values for
murA compared to the three other flavonoid compounds and chlorhexidine, are -11.11
kcal/mol and 0.007 µM. Binding affinity and Ki of quercetin 3 glucoside also showed
the lowest values for gtfP compared to the other three flavonoid compounds, are -5.96
kcal/mol and 42.50 µM. Chlorhexidine showed a smallest value.
The conclusions is flavonoids in red fruit have antibacterial activity against murA
and gtfP in Streptococcus sanguinis. Quercetin 3 glucoside is the best compound in
inhibiting murA and gtfP.
Keywords: flavonoid, red fruit, muramidase A, glucosyltransferase P, Streptococcus
sanguinis, in silico -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






