
Thesis
Perbedaan Depth of Cure, Sitotoksik, dan Perlekatan Sel Antara Campuran Nanopartikel Semen Portland Putih Indonesia-ZrO2-UDMA Dibandingkan dengan TheraCal LC Sebagai Bahan Pulp Capping
ABSTRAK
Perbedaan Depth of Cure, Sitotoksik, dan Perlekatan Sel Antara
Campuran Nanopartikel Semen Portland Putih ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan Th-901 901 617.63 Pra P Sekeloa Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan -
Perpustakaan Fakultas Kedokteran GigiJudul Seri -No. Panggil 617.63 Pra PPenerbit PPDGS Konseravasi Gigi Unpad : FKG Sekeloa Unpad., 2022 Deskripsi Fisik xv220 hlm, ilus ; 21x30 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 160621190002Klasifikasi 617.63Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Dhika Paramita Prameswari (Autor) -
ABSTRAK
Perbedaan Depth of Cure, Sitotoksik, dan Perlekatan Sel Antara
Campuran Nanopartikel Semen Portland Putih Indonesia-ZrO2-UDMA
Dibandingkan dengan TheraCal LC Sebagai Bahan Pulp Capping
Pulp capping adalah perawatan untuk menjaga vitalitas pulpa pada pulpa yang
telah terbuka atau pulpa yang hanya dilindungi oleh selapis tipis dentin dengan
mengaplikasikan material di atas jaringan pulpa untuk menstimulasi pembentukan
jaringan keras, sehingga material ini harus bersifat biokompatibel dan tidak
sitotoksik untuk memicu penyembuhan jaringan pulpa. Biokompatibilitas
melibatkan dua aspek yang berbeda, yaitu keamanan biologis (meliputi pengujian
sitotoksik) dan biofungsionalitas (meliputi analisis perlekatan sel awal terhadap
permukaan material yang menentukan proses selanjutnnya seperti adhesi,
penyebaran, morfologi, migrasi, proliferasi, dan diferensiasi sel).
Material berbasis kalsium hidroksida telah lama diindikaskan sebagai material
pilihan untuk pulp capping sejak beberapa tahun yang lalu, namun demikian,
material ini menunjukkan beberapa kekurangan sehingga digantikan dengan
material berbasis semen kalsium silikat. Penanganan yang sukar pada material
berbasis kalsium silikat menyebabkan perlu ditambahkannya resin sehingga
material pulp capping tersebut lebih praktis digunakan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menguji serta menganalisis perbedaan depth of cure, sitotoksik
(dengan metode WST-1), dan perlekatan sel antara campuran ini dibandingkan
dengan TheraCal LC sebagai material pulp capping. Pengujian statistik dilakukan
dengan uji ANOVA yang diikuti dengan uji post hoc menggunakan independent ttest.
Rerata kedalaman penyinaran pada campuran nanopartikel SPPI-ZrO2-UDMA
adalah 1,784 mm dan TheraCal LC adalah 1,827 mm. Hasil uji WST-1 setelah 24,
48, dan 72 jam menunjukkan bahwa campuran nanopartikel SPPI-ZrO2-UDMA
secara signifikan meningkatkan viabilitas sel jika dibandingkan dengan TheraCal
LC (p0,05).
iii
ABSTRACT
Difference of Depth of Cure, Cytotoxicity, and Attachment Cell Between A
Mixture of Nanoparticles of Indonesian White Portland Cement-ZrO2-UDMA
Compared With TheraCal LC As A Pulp Capping Material
Pulp capping is a treatment to maintain the vitality of the pulp in an exposed
pulp or pulp that is only covered with a thin layer of dentin by placing a material
on the pulp tissue to stimulate formation of hard-tissue barrier, so this material
should be biocompatible and not be cytotoxic to promote healing of the pulp tissues.
Biocompatibility involves two different aspects, biological safety (includes testing
of the cytotoxicity) and biofunctionality (includes analysis of initial cell attachment
to a material surface that determines the subsequent processes like adhesion,
spreading, morphology, migration, proliferation, and differentiation of the cell).
Calcium hydroxide-based materials, have been indicated as the material of
choice for pulp capping for several years, however, these materials exhibits some
drawbacks so have been replaced by calcium silicate cements. The poor handling
of calcium silicate-based material is overcome by adding resin, so the pulp capping
material is more practical. The purpose of this research is to testing and analyse
the difference of depth of cure, cytotoxicity (with WST-1 assay), and cell attachment
assay between these mixture compared with TheraCal LC as a pulp capping
material. Statistical tests were carried out with the ANOVA test and followed by
post hoc testing using the independent t-test.
The average depth of cure of nanoparticle SPPI-ZrO2-UDMA was 1,784 mm
and TheraCal LC was 1,827 mm. The results of the WST-1 assay after 24, 48, 72
hours showed that mixture of nanoparticle SPPI-ZrO2-UDMA significantly
increased cell viability compared to TheraCal LC (p0,05). -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






