Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Pola Kepekaan Bakteri dan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Sepsis Dewasa di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Periode Tahun 2012


Sepsis merupakan infeksi sistemik dan memiliki tingkat insidensi dan mortalitas yang tinggi di dunia, dimana salahsatu terapi yang digunakan adalah ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01021131000040Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    2839
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : .,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    2839
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    NULL
    Subyek

    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Sepsis merupakan infeksi sistemik dan memiliki tingkat insidensi dan mortalitas yang tinggi di dunia, dimana salahsatu terapi yang digunakan adalah terapi antibiotik yang tepat dan rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan polainsidensi, kepekaan bakteri, dan penggunaan antibiotic pada pasien sepsis yang dapat bermanfaat dalam pemilihan antibiotic kempiris. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif, dimana pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan cara mengamati rekam medis pasien. Kriteria inklusi dari subjek penelitian adalah pasien sepsis dengan usia diatas 18 tahun dan dirawat inap di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung selama tahun 2012. Pola bakteri dan kepekaannya diperoleh dari hasil pemeriksaaan mikrobiologi yang dilakukan oleh rumah sakit. Data yang diperoleh diolah menggunakan statistic deskriptif, sedangkan data penggunaan antibiotic diolah dengan metode ATC/DDD dan DU90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi pernafasan sebagai sumber infeksi terbesar, dengan bakteri yang paling banyak dideteksi adalah Klebsiellapneumoniae(11,58%), E. coli (8,42%), dan Acinetobacter baumannii (7,89%). Total penggunaan antibiotic sebanyak 214,75 DDD/100 hari rawat dengan 42 jenis antibiotik yang digunakan. Antibiotik yang terbanyak digunakan adalah levofloksasin (15,47%), siprofloksasin (11,96%), dan meropenem (10,78%). Ketiga antibiotic tersebut menunjukkan tingkat resistensi yang tinggi sehingga memerlukan evaluasi dan kebijakan dalam penggunaannya.
    Kata kunci : sepsis, resistensi, antibiotik, ATC/DDD, DU90%
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi