Detail Cantuman

No image available for this title

Thesis  

PREDIKSI AKTIVITAS SENYAWA FLAVONOID EKSTRAK UMBI SARANG SEMUT (Myrmecodia pendens) TERHADAP ENZIM Muramidase A dan Glikosiltransferase B BAKTERI PENYEBAB KARIES Streptococccus mutans SECARA IN SILICO


ABSTRAK
Meningkatnya kasus karies saat ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup
masyarakat. Prevalensi penyakit karies gigi di ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Th-907907 617.63 Set PSekeloa (Konservasi Gigi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.63 Set P
    Penerbit PPDGS Konseravasi Gigi Unpad : FKG Sekeloa Unpad.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 77 hlm; ilus; 21x30 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160621190008
    Klasifikasi
    617.63
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Meningkatnya kasus karies saat ini dapat berdampak negatif pada kualitas hidup
    masyarakat. Prevalensi penyakit karies gigi di Indonesia mulai meningkat dan
    masih banyak yang menderita karies gigi aktif yang belum ditangani. Bakteri
    penyebab utama karies gigi adalah Streptoccocus mutans (S.mutans) yang
    umumnya ditemukan di rongga mulut manusia dan merupakan kontributor
    signifikan untuk karies gigi. Streptococcus mutans merupakan bakteri gram positif
    yang dapat melakukan metabolisme karbohidrat dan gula, serta mengubahnya
    menjadi asam laktat yang menyebabkan karies gigi. Dinding sel bakteri terdiri atas
    peptidoglikan, yang merupakan komponen utama dan berperan penting dalam
    melindungi bakteri. MurA merupakan enzim kunci yang terlibat dalam sintesis
    peptidoglikan dinding sel sehingga apabila terjadi kerusakan atau hilangnya
    kekuatan dinding sel akan mengakibatkan kematian bakteri. Selain MurA,
    glikosiltransferase B juga merupakan enzim penting yang berkontribusi dalam
    perkembangan karies karena enzim ini mampu mensintesis berbagai glukan.
    Tumbuhan sarang semut (Myrmecodia pendens) memiliki potensi sebagai sumber
    agen terapeutik yang bermanfaat untuk kesehatan gigi dan mulut, terutama
    kandungan flavonoid yang ada didalamnya sebagai aktivitas antibakteri. Tujuan
    dari penelitian ini adalah mengevaluasi dan memprediksi aktivitas antibakteri
    flavonoid yang terkandung dalam umbi sarang semut terhadap MurA dan
    glikosiltransferase B yang didapatkan dari Protein Data Bank (PDB), dan struktur
    ligan (flavonoid dan chlorhexidine) yang didapatkan dari Pubchem. Molecular
    docking antara enzim MurA dan glikosiltransferase B menggunakan Autodock
    tools, visualisasi dan analisis data menggunakan Discovery Studio. Hasil
    menunjukkan senyawa rutine dari flavonoid memiliki binding affinity -7,27
    kcal/mol terhadap enzim MurA namun chlorhexidine memiliki binding affinity
    yang lebih rendah dari rutine. Senyawa apigenin dari flavonoid memiliki binding
    affinity -5,86 kcal/mol terhadap enzim glikosiltransferase B namun chlorhexidine
    memiliki binding affinity yang lebih rendah dari apigenin. Hasil menunjukkan
    rutine dan apigenin memiliki potensi aktivitas antibakteri untuk menghambat enzim
    MurA dan Glikosiltransferase B.
    Kata Kunci: Karies gigi, Streptoccocus mutans, Molecular docking, Flavonoid,
    Umbi sarang semut
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi